Langsung ke konten utama

Postingan

2019 tentang Harapan

Seakan sudah menjadi suratan pada perjalanan saat itu, tetesan hujan memaksa kami untuk berteduh di warung mie. Tadinya saya mau bilang kejadian berteduh di warung mie adalah kebetulan belaka, tetapi hei! Hei! Hei! Everything happen for a reason .

Panglima Tempur

pixibay Agak sedikit ‘canggung’ ketika berada pada situasi lautan anak kecil. Sungguh saya sangat salut kepada pengajar di PAUD, TK atau kelas satu di sekolah dasar. Mereka pasti stok sabarnya sangat-sangat tak terhingga. Tidak seperti saya. Ketika melihat anak kecil blingsatan, secepat kilat berulah. Aduuuuh, ini dada sudah terasa penuh gimana gitu….

Belum Tentu

Selain difteri, wabah yang tak kalah mengerikan adalah wabah pelakor. Perasaan akhir-akhir ini pelakor semakin merajalele. Menyerang halaman media sosial saya. Seakan tidak memberikan ruang kepada saya untuk berpaling. Berita mengenai pelakor sebetulnya jenis berita yang tidak ingin saya baca. Tetapi apa daya, sekarang cuma ada dua tipe berita yang sedang nge-hit. Korupsi dan pelakor. Entah kedua jenis berita ini saling berkorelasi atau tidak? Pada kenyataannya, dua tipe berita ini membanjiri lini masa medsos saya. Eh, entah kalau lini masa anda-anda sekalian mah. Mungkin saya kebanyakan follow akun gosssip.☻ 

Me-Time Idaman

Demi menjaga 'kewarasan' kadang-kadang saya suka me-time . Dan diantara berbagai ritual me-time yang saya lakukan ada yang menjadi favorit. Sekarang saya suka kepikiran lagi kapan bisa mengulangi me-time  favorit. Asa-asa gak mungkin. Tapi, kata si bapak idola aku " There is nothing such impossible, only diffucult. "   Artinya agak beda-beda tipis laaah dengan ringan sama dijinjing, berat sama difikul.  Kitu cenah. Aheu heu heu,,,,

TIGA KALI

Cukup tiga kali pertemuan, Lala akhirnya resmi berstatus menjadi istri. Meskipun pertemuan pertama bisa dikategorikan ilegal. Saat itu Lala sebetulnya tidak diperbolehkan melihat wujud laki-laki yang akan mempersuntingnya. Lala hanya diberitahu sifat sang calon. Oleh Ummi, wanita yang sudah Lala anggap sebagai ibunya sendiri.             "Baik. Ramah. Bertanggung jawab. Pengertian."  Standar impian para perempuan.  Seolah mendukung rasa penasaran Lala, tiba-tiba angin mendorong pintu dan membuat sedikit celah. Di ruang itu, Abah, suami Ummi sedang mem- briefieng  laki-laki yang kelak akan menjadi suaminya. 

Ustadz dan Poligami

Pernah suatu kali, Mamah pulang dari wisata religi misuh-misuh. Rupanya wisata religi kali ini membuat dia kesal sampai ubun-ubun. Hingga keluar janji-janji politik seperti yang sedang marak saat ini. Maksudnya kalau ada satu dan lain hal bisa dilanggar ☺. Janji Mamah saat itu adalah dia tidak akan mengikuti wisata religi yang akan dikelola oleh si Ibu M atau menggunakan jasa travel wisata xx. Rombongan yang seharusnya menjadi audien Ustadzah yang sedang nge-hits. Yang suka dicurhatin. Tiba-tiba menghadiri ceramah Ustadz I. Ustadz terkenal juga. Apalagi dengan aksi-aksi kemarin. Moal bireuk. Kahot. Kawentar .

V E R S I

Perkara ma’af-mema’afkan umumnya melibatkan dua pihak. Pihak pertama biasanya dipegang oleh yang memohon ma’af dan pihak kedua sebagai pemberi ma’af. Bagi keduanya perkara ma’af-mema’afkan pasti terasa berat. Pihak pertama  sebagai pemohon akan terasa berat karena harus meniadakan gengsi. Memotong urat malu. Menghilangkan rasa kalah atau mengenyahkan rasa terintimidasi. Pihak kedua pun tak kalah berat. Apakah dengan memberi ma’af semua masalah akan selesai?