Langsung ke konten utama

Postingan

Awas Nanti digampar Emergency Door!! [Review Film Mission Impossible : Rogue Nation]

Menyaksikan Kang Ethan Hunt beraksi lagi untuk kesekian kalinya di malam minggu kemarin. Saking pesimisnya gak akan kebagian tiket saya pergi ke blitz sampai lupa sisiran.  Di Mission Impossible: Rogue Nation ketampanan everlasting Tom Cruise, sempat pula mengalihkan saya dari jalan cerita film. Sampai si akang nanya ceritanya gimana? saya bilang lupa. Soalnya Tom Cruise mengalihkan dunia ku. Dan dunia malam minggu kami langsung buram. Eits, gak usah dibahas la yaaa.. soal itu mah. Gak penting! Secara garis besar cerita  Agen IMF: Rouge Nation itu standar (bagi seorang yang kesulitan menyimak jalan cerita akibat melihat ketampanan Kang Ethan Hunt). Sekarang untuk film-film Mata-mata trend-nya musuh dalam selimut. Lah, pan semua negara sudah bersatu padu memerangi ketidakadilan. World Piece. Jadi  Akang Ethan dkk harus menghadapi Agen Syndicate yang ternyata diprogram sama dengan IMF. Awalnya tujuan pendirian Syndicate buat latihan para Agen. Eh, ternyata malah dipakai tujuan la

Definisi Selingkuh

Pertanyaan itu sedikit membuat saya terhenyak. Apa  coba  maksud  Dinda  menanyakan definisi selingkuh sama saya ?   P adahal kalau soal definisi -definisi  begini akan mudah  di temukan jawabannya melalui perantara  Mang  Google.  se·ling·kuh   a   1  suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong;  2  suka menggelapkan uang; korup;  3  suka menyeleweng; ber·se·ling·kuh   v  bertindak atau berbuat selingkuh; per·se·ling·kuh·an   v  hal berselingkuh; me·nye·ling·kuh·kan   v  mengambil dng maksud tidak baik, msl untuk kepentingan diri sendiri; menggelapkan:  ia - uang kas perusahaan untuk berjudi ; per·se·ling·kuh·an   n  perihal berselingkuh:  tidak semua diskotik menjadi tempat - Tuh saya Copas dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Namun saya masih menerka-nerka maksud  Dinda  sampai menembus kemacetan kota Bandung demi bertanya definisi selingkuh. “Sebetulnya Gue lagi kesel Bi,” kata  Dinda . “Bukan kesel sama

Saya dan Pisang bukan Salah Paham

Buah kesayangan ini memang tidak saya publikasikan secara terang-benderangan soalnya sering kali membuat orang-orang salah paham. Banyak yang salah menafsirkan. Tapi sejak saya nulis  ini  orang-orang jadi hapal saya suka makan pisang. Dan tetap masih jadi olok-olokan untungnya bukan cibiran. Meski begitu tidak mengurangi saya untuk meninggalkan pisang. Saya suka pisang, apalagi kalau galau sedang melanda, baik galau yang disebabkan oleh cuaca,  deadline  pekerjaan maupun kakang prabu yang tak kunjung datang. Kalau galau begini coklat dan pisang sudah tentu jadi sasaran. foto ilustrasinya  Kadang-kadang saya suka merasa pengin makan Minion juga Gak ngerti juga mengapa para bidadari, yang makan pisang sering mengundang perhatian dan jadi materi buat komentari.  Dari mulai cara memegang pisang sampai melahapnya. Makanya saya suka sembunyi-sembunyi kalau makan pisang. Malah dulu sempat baca ada satu negara yang melarang kaum perempuan makan pisang sembarangan (di tempat umum) k

There Aint No Such Thing as a Free Lunch

Menyebutnya sebagai Bandar ayam memang bukan tanpa alasan. Beliau adalah salah seorang pengendali pasokan ayam di kota Bandung. Bisa jadi dia juga mampu mengendalikan harga ayam itu sendiri. Eh, kok, malah jadi su’udzon gini. Kata dia, menjadi bandar ayam itu karena terpaksa. Terpaksa karena di kampung orang tua dan adik-adiknya butuh biaya. Terpaksa, karena di kampung mah sedikit lahan pekerjaan. Tidak ada pabrik, tidak ada gedung perkantoran. Tidak ada apa-apa kecuali ada lahan dan ayam. Terus, terpaksa karena dia gak punya keahlian yang mengagumkan. Padahal dalam ijazahnya tertulis dia lulusan SMK. SMK teknik mesin, jatuhnya malah ngurus ayam. Saya tanya pada dia soal keahlian mengagumkan itu. “Itu lho yang seperti orang-orang sekarang. Ahli mengendalikan komputer. Bawa-bawa gadget kemana-mana. Pakai kemeja, dasi dan sepatu mengkilat.” Jawab dia setengah grogi. “Tapi mending jadi bandar ayam lah, daripada menjadi bandar narkoba,” puji saya. Eh, dia malah tersipu-sipu den

Infotemen: Hanya Aku dan Tuhan yang Tahu

Ada kata info dan taiment (dari entertainment) dalam infotaiment. Kalau secara dangkal diterjemahkan sebagai kabar buat penghiburan. Buat suka-suka saja, agar orang yang sedang lara mendengarnya jadi terhibur. Beberapa acara infotaiment buat rujukan untuk melihat keinginan pasar ;) Saya sendiri sebetulnya kurang suka dengan program tayangan ini. Berhubung tuntutan pekerjaan jadinya, saya jadi sering melihat acara gosip. Melihat saja tidak menyimak, karena sesungguhnya saya tidak tahu mereka siapa dan apa peran mereka dalam dunia seni (biasanya yang diberitakan orang-orang yang berkiprah di dunia seni). Sumpah, Suwer!! Ini bukan alasan yang mengada-ada atau rekayasa. Ada kalanya pengetahuan yang diperoleh dari acara infotaiment semacan mata uang dalam mencari peluang. Misalnya begini, ada klien yang meminta pernak-pernik hantarannya berwarna hijau. Saya ajukan berbagai warna hijau, dia tolak semua. Saya hampir putus asa, masa saya harus mengajukan warna hijau rumput tetangg

Sekedar Nama Panggilan

Pernah sekali nama itu saya hapus dari daftar kontak. Sudah saya bakar juga kartu nama yang beliau berikan pada saat berkenalan. Sampai tidak ada  jejak  sama sekali. Itu opearsi standar toh , semacam ritual buang sial.  Maka ketika beliau mengontak saya kembali, saya tidak langsung menyahutnya dengan alasan sebagai berikut ini : 1. . S aya pikir itu tawaran asuransi. Penawaran asuransi sedang marak betul. Mungkin salah satu sebab dari peralihan semua harus pakai BPJS. Mungkin juga karena dicanangkan tahun asuransi nasional. Entah, wallahu alam bisawab . 2.  Penawaran kredit tanpa Agunan (mungkin jika kredit tanpa cicilan saya masih bisa pertimbangkan) 3.T elpon penipuan. Diaku sebagai pemenang dari undian Bank, pengisian Pulsa dan sebagainya. Ketika tahu  si beliau yang menelpon, rasanya kaget luar biasa. Lebih kesal dari tiga sebab diatas kalau tahu sudah saya reject duluan. Tapi Setelah serangan bujuk rayu dan tipu daya, alih-alih saya memblokir nomor tadi, malah kepikira

Mamah dan Puasa hari ke-22

Pagi. Pulang tadarusan, Mamah datang dengan wajah murka. Beliau ngomel-ngomel dengan sewot. Padahal sekarang bulan puasa di mana setan-setan diikat gak bisa berkeliaran. Lagian mamah pulang tadarusan pula. Kenapa setannya malah berakumulasi gitu yaaa? Ternyata oh, ternyata sandal kesayangan mamah ada yang menukar. Sandal kesayangan mamah adalah selop dari kulit. Warnanya coklat muda dengan aplikasi bunga-bunga warna krem. Saya membelinya dua tahun lalu di sebuah pameran di Graha Manggala Siliwangi dengan harga bersahabat sebagai sesama peserta pameran. Halaaaaaaah, koq jadi buka-bukaan riwayat sandal sih. Anyway , sejak saat itu sandal hasil buruan dari pameran menjadi kesayangan dia. Selain modelnya yang agak vintage , sandal itu memberikan kenyamanan luar biasa buat kaki mamah. Sialnya di Bulan puasa 1436 H hari ke 22, sandal sebelah kiri raib dan tertukar dengan sandal jepit warna fuschia buatan China (ada tulisannya jelas sekali. Sedangkan sendal mamah asli buatan Indonesia bagia