Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Female Love Life Story

Apa Perlu Mempelajari Masa Lalu?

Tahun 2019 saya mulai 'teracuni' drama Korea. Drama Korea pertama dan satu-satunya yang saya tonton pada tahun 2019 adalah 100 Days My Prince, yang dibintangi oleh personil EXO. D.O. Saya tidak tahu kepanjangan apa D.O itu.  Oh ya, Han So Hee juga main di sana. Jadi putri mahkota yang terlibat affair dengan pengawal perdana Menteri.  Untungnya pengawal Perdana Menteri itu masih single, beda dengan di The World of The Married. Han So Hee terlibat affair dengan laki-laki yang sudah berkeluarga. Peran Han So Hee di The World of The Married sempat membuat sewot warga +62 yang berujung pada penyerangan akun media sosialnya. Tidak ada yang istimewa sebetulnya dari drama 100 Days My Prince, bahkan ada beberapa adegan yang mengadopsi sinetron Indonesia. Misalnya adegan berpapasan dengan sedikit efek slow motion. Penonton dibuat menahan nafas. Menahan nafas gara-gara jengkel sebetulnya. Atau adegan dimana terjadi percakapan, sedangkan objek yang dibicarakan tidak berada jauh dari merek…

Peran Penting Membuat Outline

Dalam membuat tulisan seringkali ide-ide berhamburan dalam kepala. Ide-ide tiba-tiba muncul dan mendistraksi tema tulisan yang sedang dibuat. Namun ada kalanya ide sama sekali tidak muncul. Ide yang tak kunjung datang membuat bingung apa yang akan ditulis. Dua kejadian tadi, kebanyakan ide maupun nihil ide merupakan gangguan yang sering dialami oleh semua orang. Awal terjun menjadi nara blog, saya adalah nara blog yang menulis langsung begitu tercetus ide dalam pikiran. Menulis blog adalah cara saya merespon atas sebuah kejadian. Menuliskan pendapat, karena saya kurang bisa mengungkapkan secara lisan. Jadi ketika ada yang mengganggu pikiran, menuangkannya dalam tulisan. Blog bagi saya adalah perpanjangan dari buku diary.Menulis secara spontan adalah tindakan menulis dengan kondisi sedang ‘mood’. Jika hilang ‘mood’ maka satu tulisan pun tidak akan bisa diselesaikan. ‘Mood’ datangnya tidak bisa diprediksi. Hal ini akan menyulitkan jika diminta untuk menulis tulisan dengan tema tertentu.

The World Of The Married di Dunia Nyata

Dampak PSBB menyeret saya pada (sinetron), eh maaf. Drama Korea The World Of The Married (TWOTM). Sebab utama adalah timeline media sosial dijejali dengan curhatan yang menggebu-gebu. Akun Instagram pemeran pelakor jadi sasaran luapan kemarahan warga +62. Kelakuan Yeo Da Kyung sungguh melelahkan jiwa. Ya Tuhan, padahal bulan puasa saat itu. Setan-setan sedang dibelenggu.  Bagaimana kalau drama tersebut diputar pada saat bulan kemenangan? takutnya tak hanya media sosial Han So Hee yang diteror. Duh, wahai para penikmat drama. Ini sungguh menakutkan.

BHB: Energi Tak Terbantahkan

Terlebih dahulu saya ingin meminta ma’af yang sebesar-besarnya kepada Neng Rara serta seluruh teman-teman di Bandung Hijab Blogger (BHB). Seharusnya saya membuat tulisan ini fresh setelah acara berlangsung. Namun berkat saya yang saat itu sagala diiluan, sehingga saya kesulitan membagi waku antara menulis, membaca dan belajar, akhirnya tulisan ini mengendap. Telat lebih tiga bulan. I Know, I knowyou might think that I shouldcheck it ke bidan karena telah telat tiga bulan. Ma’afkan saya atas keterlambatan yang amat sangat ini.

It's only Gravity matter

“Universe, your harmony is my harmony, nothng in your time is too early or too late for me” – Filosofi Teras
Kalimat di atas saya ambil dari buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Petikan wawancara Om Piring dengan founder nulis buku. Saya adalah pengagum diam-diam Om Piring. Saya sering stalking twitternya. Ketawa-ketawa sendiri ketika membaca blognya.

Hidup ini adalah gravitasi. Itu menurut saya sebagai pengagum ilmu pasti. Padahal hakekatnya ilmu pasti adalah ilmu yang tidak pasti. Ilmu pasti itu berkembang. Dulu atom berbentuk roti kismis. Atom adalah satuan terkecil. Kemudian ditemukan bahwa dalam atom ada inti atom. Ada neutron, proton dan elektron. Tak berhenti di sana setelah ketemu inti atom, ketahuan ada kuantum, ada phi dan kawan-kawan. Lalu ada materi dan anti materi. Kayak gitu lah contohnya. Jadi apa yang pasti dari ilmu pasti? Gak ada yaaaa… CIIMIW

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan. Coba-nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual. Akan menguntungkan meureun. Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.

2019 tentang Harapan

Seakan sudah menjadi suratan pada perjalanan saat itu, tetesan hujan memaksa kami untuk berteduh di warung mie. Tadinya saya mau bilang kejadian berteduh di warung mie adalah kebetulan belaka, tetapi hei! Hei! Hei! Everything happen for a reason.

Panglima Tempur

Agak sedikit ‘canggung’ ketika berada pada situasi lautan anak kecil. Sungguh saya sangat salut kepada pengajar di PAUD, TK atau kelas satu di sekolah dasar. Mereka pasti stok sabarnya sangat-sangat tak terhingga. Tidak seperti saya. Ketika melihat anak kecil blingsatan, secepat kilat berulah. Aduuuuh, ini dada sudah terasa penuh gimana gitu….

Belum Tentu

Selain difteri, wabah yang tak kalah mengerikan adalah wabah pelakor. Perasaan akhir-akhir ini pelakor semakin merajalele. Menyerang halaman media sosial saya. Seakan tidak memberikan ruang kepada saya untuk berpaling. Berita mengenai pelakor sebetulnya jenis berita yang tidak ingin saya baca. Tetapi apa daya, sekarang cuma ada dua tipe berita yang sedang nge-hit. Korupsi dan pelakor. Entah kedua jenis berita ini saling berkorelasi atau tidak? Pada kenyataannya, dua tipe berita ini membanjiri lini masa medsos saya. Eh, entah kalau lini masa anda-anda sekalian mah. Mungkin saya kebanyakan follow akun gosssip.☻

Me-Time Idaman

Demi menjaga 'kewarasan' kadang-kadang saya suka me-time. Dan diantara berbagai ritual me-time yang saya lakukan ada yang menjadi favorit. Sekarang saya suka kepikiran lagi kapan bisa mengulangi me-time favorit. Asa-asa gak mungkin. Tapi, kata si bapak idola aku "There is nothing such impossible, only diffucult." Artinya agak beda-beda tipis laaah dengan ringan sama dijinjing, berat sama difikul. Kitu cenah. Aheu heu heu,,,,

TIGA KALI

Cukup tiga kali pertemuan, Lala akhirnya resmi berstatus menjadi istri. Meskipun pertemuan pertama bisa dikategorikan ilegal. Saat itu Lala sebetulnya tidak diperbolehkan melihat wujud laki-laki yang akan mempersuntingnya. Lala hanya diberitahu sifat sang calon. Oleh Ummi, wanita yang sudah Lala anggap sebagai ibunya sendiri.             "Baik. Ramah. Bertanggung jawab. Pengertian."  Standar impian para perempuan.  Seolah mendukung rasa penasaran Lala, tiba-tiba angin mendorong pintu dan membuat sedikit celah. Di ruang itu, Abah, suami Ummi sedang mem-briefieng laki-laki yang kelak akan menjadi suaminya. 

Ustadz dan Poligami

Pernah suatu kali, Mamah pulang dari wisata religi misuh-misuh. Rupanya wisata religi kali ini membuat dia kesal sampai ubun-ubun. Hingga keluar janji-janji politik seperti yang sedang marak saat ini. Maksudnya kalau ada satu dan lain hal bisa dilanggar ☺.
Janji Mamah saat itu adalah dia tidak akan mengikuti wisata religi yang akan dikelola oleh si Ibu M atau menggunakan jasa travel wisata xx.
Rombongan yang seharusnya menjadi audien Ustadzah yang sedang nge-hits. Yang suka dicurhatin. Tiba-tiba menghadiri ceramah Ustadz I. Ustadz terkenal juga. Apalagi dengan aksi-aksi kemarin. Moal bireuk. Kahot. Kawentar.

V E R S I

Perkara ma’af-mema’afkan umumnya melibatkan dua pihak. Pihak pertama biasanya dipegang oleh yang memohon ma’af dan pihak kedua sebagai pemberi ma’af. Bagi keduanya perkara ma’af-mema’afkan pasti terasa berat. Pihak pertama  sebagai pemohon akan terasa berat karena harus meniadakan gengsi. Memotong urat malu. Menghilangkan rasa kalah atau mengenyahkan rasa terintimidasi. Pihak kedua pun tak kalah berat.

Apakah dengan memberi ma’af semua masalah akan selesai?

Menjadi Sebab

Penantian saya yang berminggu-minggu menunggu kabar dari bidadari, terjawab sudah oleh angin. Kabar angin memang sering kali sukar dipercaya. Orang menganggapnya kabar yang mengada-ada. Tapi jika kabar dari angin saya agak sukar menyangsikannya. Angin adalah utusan bidadari untuk berkirim kabar kemari.

Didukung Oleh...

Awal tahun ini dibuka dengan kabar mencengangkan yang dibawa oleh Mamah. Dalam hati saya juga ingin menyangkal kabar itu. Tidak ingin memercayai tapi apa daya garis batas sudah malang melintang dari pintu pagar hingga pintu masuk rumahnya. Ngerii sih.


Rumah yang dimaksud adalah rumah salah satu teman mengaji Mamah yang sangat dibanggakan. Bagaimana Mamah tidak bangga? Berkali-kali Mamah  memuji kebaikan Bu Beliau (sebut saja begitu) karena tidak pernah pelit. Sering meneraktir, membuat seragam kegiatan untuk kelompok pengajian mereka.

Kasus yang menimpa teman Mamah itu kasus yang mainstream di negeri ini.  Kasus korupsi. Pengadaan beras buat warga miskin. Haddduh, suka miris kalau begini. Nih, koruptor semiskin apa yaaaa? Sampai tega nyolong beras warga miskin. Lebih miskin dari yang ditolongnya.

Delcont: Hilang Satu Tumbuh Seribu

Delcont atau delete contact menjadi kosakata baru semenjak era Blackberry tiba. Delcont adalah sebuah kegiatan dalam rangka menghapus jejak pertemanan (daftar kontak teman). Biasanya yang terkena dampak delcont sedikit misuh-misuh, merasa kecewa dan berujung pada dendam kesumat. Eh, kenapa saya sok tahu begini yah, mengatakan bahwa mereka tidak bisa menerima kalau dirinya ter-delcont.

Meskipun prediksi ini tidak akurat, karena hanya hasil pantauan dari status BBM, Facebook, Twitter semata. Tapi entah lah, otak saya ini memang termasuk otak kekinian yang mainstream. Kadung mempercayai tulisan-tulisan pendek galau yang tersebar dengan cepat melebihi kecepatan cahaya. Padahal mungkin saja ketika dia menulis betapa merana dirinya ter-delcont. Dia menulisnya sambil berpesta pora. Who know. Siapa tahu. Tahu bulat lima ratusan.

Ini cerita saya yang ter-delcont dengan tiba-tiba dan membuat dunia saya....

1001 Alasan Poligami*

Kalau ditulis semua keseribu satu alasannya pasti gak akan cukup waktu membacanya. Malah bisa bikin bosan, bener gak??? gak Bener yaaa.... biarin deh. Dengan kata lain yang nulisnya juga cangkeul.plliss atuhlah. itu bisa jadi penyiksaan gaya baru.
Jadi langsung ke point-point penting. Alasan-alasan yang sering dijadikan legalisasi buat poligami. Urutannya ngacak saja, gak mesti runut seperti dalam on the spot.
Berikut adalah beberapa alasan yang sering kali digunakan untuk memuluskan langkah poligami.
1. Rasio Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan (Statistik)
Issue populasi perempuan lebih banyak adalah alasan paling klasik dan sering kali digunakan dengan keliru.

Saya yang Jomblo situ yang respot!

Kata Jomblo tidak akan ditemukan dalam KBBI melainkan jomlo yang artinya gadis tua.


jomlo/jom·lo/n gadis tua
Seiring dengan perkembangannya kata jomlo mendapat sisipan hurup "b". Orang-orang lebih nyaman melafalkanya menjadi jomblo. Selain mendapat sisipan huruf baru, jom(b)lo mendapat perluasan makna. Tidak mengenal gender lagi. Jom(b)lo bisa diperuntukan bagi laki-laki maupun perempuan yang belum mempunyai pasangan tanpa harus tua terlebih dahulu.


"Boleh Peluk Bi Gak?"

Kado ulang tahun Pink ke tujuh belas memang tidak semanis kata sweet yang tersemat dalam sweet seventeen. Pink itu keponakanan saya yang tergabung dalam kelompok the bunch of the beuceuhs lapis pertama. Sengaja keponakan saya yang banyak itu, saya bagi dalam beberapa lapis. Jadi ada berapa lapis??? ratusan. Ya, kurang lebih segituh la yaaah.



Dulu, ketika saya merayakan sweet seventeen yang pertama

**tanya : Lho emang sweet seventeen seperti PON ya? Ada yang pertama, kedua, ketiga, kesekian?  
    jawab: JANGAN NANYA!!!

Sweet seventeen terpaksa saya rayakan bersama soal-soal ujian kelulusan. Memang saya yang ujian tapi justru Mamah yang galau tak berkesudahan sampai lupa kalau saat itu saya juga sweet seventeen. Takut kalau gak lulus saya jadi frustasi. Ceunah. Siapa yang ujian, siapa yang galau. Jadi geje. Padahal mah yah, masih banyak ujian hidup yang bisa bikin frustasi. Seperti melihat Adam Levine nikahi model Victoria Secret. Itu juga sudah cukup bikin frustasi.

Bobolah Pada Tempatnya.

Selama ini anjuran bobo tertib memang lebih banyak diperuntukan bagi balita dan anak-anak sekolah. "Ayo cepat bobo Dek, bobonya di kamar. Nanti digigit nyamuk kalau di luar." "Boboooo, besok kesiangan!" "Ayooo... semua bobo, Ibu sama Bapak mau ada kegiatan," (Nah, kalau ngomongnya yang begini ini, gak herankan kalau anak-anak Indonesia memilih turun ke jalan buat tawuran.)  Meski tak sepopuler "Buanglah Sampah pada tempatnya", bukan berarti anjuran ini tidak penting. Baiknya juga untuk tetap saling mengingatkan pada pasangan untuk bobo tertib agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membuat runyam keamanan negara. Gara-gara warganya sibuk menggalau disebabkan bobo sembarangan.
Pengalaman berikut ini adalah salah satu kisah pahit yang menimpa teman kami karena bobo sembarangan. Terdesak akan kebutuhan untuk menyelesaikan tugas kuliah, teman kami ini sudah terbiasa menggelandang untuk tidur disatu kost ke kost-an yang lain demi wifi. Maklum kamar kost yang …