Langsung ke konten utama

Dengung Perdamaian Dari Bandung

Konten [Tampil]

Penutupan Jalan di Bandung

Flayer pemberitahuan penutupan jalan-jalan protokol di kota Bandung dari tanggal 24-26 Oktober 2022 bermunculan di whatsapp grup dalam dua hari terakhir. Beberapa bahkan menjadikan sebagai status whatsapp. Ada juga yang meneruskan informasi penutupan jalan tadi. Tetapi banyak pula yang mulai berhitung estimasi waktu pergi kerja atau pergi kuliah agar tidak kesiangan.

Meski harus pergi lebih pagi agar tidak terjebak kemacetan, atau karena waktu tempuh lebih panjang dikarenakan pengalihan lalu lintas. Saya sebagai warga Bandung merasa bangga. Kota tercinta ini menjadi tuan rumah satu perhelatan dunia untuk kesekian kalinya. 

Perhelatan yang akan dihadiri lebih dari 50 negara dan dua organisasi internasional. Dua organisasi tersebut adalah Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) dan Muslim World League. Terutama negara-negara yang memiliki penduduk menganut agama Islam sebagai mayoritas menyambut inisiasi ini.  

Kegiatan yang akan berlangsung diantaranya welcoming dinner, historical walk dari hotel Savoy Homman menuju Gedung Merdeka, Penyampaian pendapat dari delegasi Negara yang hadir kemudian ditutup dengan penandatangan ikrar atau deklarasi.

Gedung Merdeka
sumber: bandung(dot)go(dot)id

Selama kegiatan tersebut akan diselingi dengan pertunjukan budaya daerah seperti tari Merak. Tarian yang biasanya diperuntukkan menyambut tamu. Serta hidangan-hidangan tradisional.

Semua kegiatan tersebut dapat diakses langsung oleh masyarakat umum melalui streaming di dieu terkecuali pada saat delegasi menyampaikan pandangan.

MPR RI Sebagai Penyelenggara

Setidaknya ada dua alasan penting MPR RI menyelenggarakan konferensi internasional ketua majelis permusyawaratan, Majelis Syura, atau nama sejenis lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam.

KTT OKI MPR dunia
Dokumentasi MPR RI
MPR sebagai lembaga tinggi Negara belum memiliki forum Majelis Permusyawaratan, Majelis Syu’ra atau nama sejenis lainnya se-dunia. Maka dari itu MPR RI berinisiatif untuk membuat satu forum dunia majelis permusyawaratan, Majelis Syura, atau nama sejenis lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Di mana inisiatip MPR RI tersebut yang mendapat sambutan serta dukungan dari Negara-negara lain untuk segera dilaksanakan.

Seperti harapan Bapak Dr. H.M Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI periode 2019-2024, Pembentukan forum diharapkan akan memberikan kontribusi, serta kualitas hubungan antarbangsa, antarnegara dengan memperkuat hubungan antar parlemen.

Hal serupa dikemukakan oleh Bapak Bapak Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad, wakil Ketua MPR RI periode 2019-2024 di Bandung pada saat diskusi santai bersama Blogger Bandung. Mengingatkan bahwa sudah saatnya untuk bergandengan tangan, berkolaborasi dalam memecahkan permasalahan-permasalanan dan menghadapi tantangan dunia yang semakin berat. Serta sebagai dukunngan dari MPR RI berkaitan dengan kepemimpinan Indonesia dalam G20, sebuah forum kerjasama multilateral yang beranggotakan 19 negara utama dan Uni Eropa (EU).

Pada diskusi tersebut hadir pu;a Ibu Siti Fauziah, SE, MM selaku Plt. Deputi Bidang Administrasi Setjen MPR RI serta Bapak Budi Muliawan, SH, MH selaku Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga, Biro Humas dan Sistem Informasi Setjen MPR.  

Penguatan diplomasi Majelis Permusyawaratan atau lembaga melalui forum permusyawaratan dunia sebagai implementasi dari pembukaan Undang-Undang Dasar 45  pada alinea ke-empat yang berbunyi ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Hal penting berikutnya di mana MPR RI sebagai lembaga tinggi Negara terdiri dari satu ketua dan memiliki Sembilan wakil. Di mana wakil-wakil tersebut merupakan pimpinan dari partai-partai politik. Kondisi ini memudahkan dalam mencapai kemufakatan. Solid dalam mendukung tujuan dari Undang-Undang.

Dari Bandung untuk Dunia

Pemilihan kota Bandung sebagai tuan rumah penyelenggara dipilih berdasarkan berbagai pertimbangan diantaranya dari historis. Bandung pernah  menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika. Untuk itu pada satu rangkaian acara yang akan digelar pada tanggal 25 Oktober 2022 seluruh peserta akan melakukan historical walk.

“Ini mengingatkan dan mengulangi apa yang pernah dilakukan delegasi yang mengikuti Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, yaitu berjalan kaki dari Savoy menuju Gedung Merdeka,” mengutip Ibu Siti Fauziah, SE, MM pada saat diskusi santai.

Selain itu gedung Merdeka memiliki sejarah tersendiri bagi lembaga tinggi MPR. Ketika MPR berbentuk MPRS pernah berkantor di gedung Merdeka dari tahun 1960 – 1971 sebelum akhirnya berkantor di Senayan.

Semoga udara kota Bandung yang sejuk dapat menyejukkan hati para delegasi yang akan membahas masalah-masalah krusial di dunia ini. Dan diperoleh pandangan yang dituangkan dalam deklarasi yang akan membawa kebaikan bagi seluruh umat di dunia.

Sebagai warga kota Bandung kita dapat memberikan kontribusi agar tercapainya perdamaian dunia meskipun tidak menjadi utusan atau delegasi. Dengan menjadi tuan rumah yang baik agar keberhasilan konferensi ini berjalan lancar. Memberikan dukungan baik itu aksi mau pun do'a.

Ketika seluruh di dunia cahaya mulai padam, mari kita nyalakan dari Bandung. 

Salam cuanki, burayot, jeung sajabana.

Hayu geura prung

Makalang 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagi Kelembutan Bolu Susu Lembang, Oleh-Oleh Bandung Pisan

Anak Peranakan Tulen Dalam tubuh saya mengalir tiga perempat darah Ciamis. Mamah pituin Ciamis. Lahir di Ciamis, semenjak ABG hingga sekarang Mamah menetap di Bandung. Mengikuti suaminya. Iya, suaminya teh , bapak saya.  “ Suami Mamah saya adalah Bapak Saya ” . Seperti judul sinetron nya ? Bapak sendiri berasal dari Banjaran. Tetapi setelah ditelusuri silsilanya eh, masih ada keturunan Ciamis. Jadi lah saya ini berdarah campuran. Walapun hanya seperempat dan tiga perempat . B angga pisan berdarah indo. Kudu bangga atuh, da saya termasuk produk indo memenuhi standar kearifan lokal.

A Battle Inside

Every lover got to be a fighter. 'Cause if you don't fight for your love. What kind love do you have - Keeanu Reeves Sejak beberapa tahun terakhir, sebelum tidur. Ketika ruh akan berkelana dan fisik memasuki waktu istirahat. Padahal kenyataannya organ-organ dalam tumbuh kita tetap bekerja. Saya menyempatkan untuk mengucapkan terima kasih pada diri sendiri.  A battle of Me

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius . Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main.   Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amat   dan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini . Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.