Langsung ke konten utama

Menengok Inner Child Untuk Pribadi Yang Utuh

Konten [Tampil]

Inner Child
Menuntaskan yang tertunda

Inner Child

Sifat pengalah yang saya miliki, kian lama terasa menjadi beban. Saya selalu merasa gak enakan dan sulit untuk berkata tidak. Sifat yang sejak kecil ditanamkan oleh orang tua saya ini bertujuan agar semua damai. 

Rupanya gak enakan ini menjadi masalah tersendiri bagi saya di kemudian hari. Selalu merasa insecure, takut salah. Tidak enak menolak setiap ada yang meminta tolong. Apalagi yang minta tolong orang tua, takut jadi kualat. Walau nantinya saya ripuh sendiri. Saya adalah anak ke-4 dari enam bersaudara. Menjadi jembatan antara anak paling tua dan anak terakhir.

Itu sekelumit cerita saya yang harus berjuang dengan rasa gak enakan. Sifat ini ternyata berkaitan dengan masa lalu atau bisa dikatakan dipersembahkan dari masa lalu. 

Menurut konsep psikoanalisa, perilaku masa kini dipengaruhi oleh perilaku masa lalu. Namun secara tidak langsung kita harus belajar memaknai masa lalu sehingga terbentuk pribadi yang utuh dan penuh untuk menyambut berbagai tujuan di masa mendatang.  Karena hakekatnya hidup adalah perjalanan.

Apa itu Inner Child?

Konsep Inner child dalam perspektif psikologi adalah pengalaman masa lalu yang tidak atau belum mendapatkan penyelesaian dengan baik. Orang dewasa bisa memiliki berbagai macam kondisi Inner Child (IC) yang dihasilkan oleh pengalaman positif atau negatif yang dialami masa lalu (John Bradshow, 1990).

Hal ini dapat terjadi dikarenakan ada hak anak yang tidak terpenuhi dari sosok orang tua. Dari sudut pandang agama Islam hak anak, diantaranya:

  1. Hak untuk hidup dan tumbuh kembang
  2. Hak untuk mendapatkan perlindungan dan penjagaan dari siksa api neraka
  3. Hak untuk mendapatkan nafkah dan kesejahteraan
  4. Hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran
  5. Hak untuk mendapatkan keadilan dan persamaan derajat
  6. Hak untuk mendapatkan cinta kasih
  7. Hak untuk bermain

Dampak luka batin masa lalu

Luka batin yang diakibatkan dari pola pengasuhan ini, memberikan dampak di kemudian hari jika tidak dituntaskan. Perilaku destruktif, selalu merasa salah (insecure), selalu ingin menyenangkan orang lain, menjadi ingin segala sempurna, trauma, adalah beberapa tanda dari luka pengasuhan tersebut. Setidaknya ada tujuh tema luka pengasuhan:

  1. Unwanted child, menjadi anak yang tidak diharapkan kehadirannya oleh orang-orang
  2. Bullying yang berawal dari rumah. Biasanya dilakukan dengan memberi julukan misalnya si keriting, si tongos, si rakus dan lainnya
  3. Sibling rivalry. Persaingan antar saudara seperti perebutan mainan kakak adik, di mana sang kakak harus selalu mengalah sehingga ada kemungkinan sang kakak merasa galau untuk mempertahankan hak-haknya.
  4. Buah Helicopter Parenting. Orang tua  terlalu mengendalikan kehidupan sang anak. Over protected sehingga anak tidak bisa/tidak mampu berbuat sendiri
  5. Parent way. Orang tua menjadi diktator.
  6. Anak broken home. Kegagalan orang tua yang menjadikan anak sebagai korban dari kegagalan hubungan mereka.
  7. Anak terlantar di rumah mewah. Orang tua memberikan kompensasi materi atas waktu yang tidak bisa diberikan. Sehingga mereka terlantar.
DANDIAH CARE

Untuk apa luka masa lalu

Bertolak dari pengalaman saya yang merasa tidak enakan dan menjadi beban maka sangat penting untuk belajar ilmu membasuh luka pengasuhan. Sebagai upaya pencegahan. Memutus rantai agar luka pengasuhan ini tidak terulang lagi. Dengan menengok ke masa lalu, memaknainya dengan belajar mengenai:

-       Self healing theraphy, supaya  dapat keluar dari zona mental korban dan memasuki zona pemerintahan.    

-       The Power of Forgiveness. Memaafkan untuk membersihkan jiwa dari berbagai penyakit hati.

-       Anger management. Meraih stabilitas emosi yang baik.


Inner Child
The Book to ease the life


Menengok luka di masa lalu. Menuntaskan apa yang menghambat kita menjadi pribadi yang utuh Memaknai luka bukan untuk menyalahkan orang tua atau takdir, melainkan mengubah respon pada takdir itu sendiri.


Pencerahan mengenai Inner Child ini saya dapatkan pada hari Sabtu, 19 Maret 2022, pada event yang digagas oleh Teh Ani Berta dari Komunitas ISB bersama Psikolog Teh Diah Mahmudah beserta Pak Dandi Birdy dari DANDIAH Care.

Website: dandiah.com

IG: dandiahconsultant, dandiahcare

Komentar

  1. Inner child memang penting karena mempengaruhi sifat kita di masa dewasa, bahkan rasa trauma di masa kecil sering muncul saat kita dewasa. Tentunya, harus mengenali pribadi inner chil kita dulu.

    BalasHapus
  2. Perjalanan menyelami masa lalu..
    Ya Mbak...
    Terima kasih sudah mampir

    BalasHapus

Posting Komentar

Because today is a present

Postingan populer dari blog ini

Berbagi Kelembutan Bolu Susu Lembang, Oleh-Oleh Bandung Pisan

Anak Peranakan Tulen Dalam tubuh saya mengalir tiga perempat darah Ciamis. Mamah pituin Ciamis. Lahir di Ciamis, semenjak ABG hingga sekarang Mamah menetap di Bandung. Mengikuti suaminya. Iya, suaminya teh , bapak saya.  “ Suami Mamah saya adalah Bapak Saya ” . Seperti judul sinetron nya ? Bapak sendiri berasal dari Banjaran. Tetapi setelah ditelusuri silsilanya eh, masih ada keturunan Ciamis. Jadi lah saya ini berdarah campuran. Walapun hanya seperempat dan tiga perempat . B angga pisan berdarah indo. Kudu bangga atuh, da saya termasuk produk indo memenuhi standar kearifan lokal.

A Battle Inside

Every lover got to be a fighter. 'Cause if you don't fight for your love. What kind love do you have - Keeanu Reeves Sejak beberapa tahun terakhir, sebelum tidur. Ketika ruh akan berkelana dan fisik memasuki waktu istirahat. Padahal kenyataannya organ-organ dalam tumbuh kita tetap bekerja. Saya menyempatkan untuk mengucapkan terima kasih pada diri sendiri.  A battle of Me

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius . Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main.   Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amat   dan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini . Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.