Langsung ke konten utama

Pada Semua yang Tersembunyi

Konten [Tampil]

Kuliah Agribisnis ada apa saja sih?

Di semester pertama saya mengikuti mata kuliah Pengantar Komunikasi. Sangat penting untuk belajar berkomunikasi saat ini. Entah itu kamu mau jadi petani atau profesi lain yang diminati. Saya merasa beruntung bisa mengikuti mata kuliah komunikasi. Meski sebatas pengantar doang.

Pada mata kuliah ini saya berkenalan dengan Jendela Johari dan di semester akhir disinggung lagi pada mata kuliah Organisasi dan Kepemimpinan Sosial. Jendela Johari bukan jendela biasa, yang pada awalnya saya pikir Jendela Johari adalah jendela buatan anak negeri. Karena namanya mengandung kearifan lokal. Well, it is not ternyata.

Johari Window

Jendela Johari atau Johari window adalah teknik untuk menjelaskan diri seseorang yang diciptakan oleh dua orang psikolog berkebangsaan Amerika bernama Joseph Lutf dan Harrington Ingham pada tahun 1955. Mengingat kebiasaan bangsa kita suka menyingkat. Seperti Gabut, mager, natura, isoman, pelakor, pebinor. So, I think Johari adalah akronim dari Joseph dan Harrington. CMIIMW.

Blind Spot
mengalihkan yang tersembunyi

Teknik ini mengajarkan bahwa untuk memahami diri sendiri tidak hanya berdasarkan dari sudut pandang pribadi tetapi melibatkan sudut pandang orang lain.

Simpelnya menurut teknik ini semakin orang lain memahami kita dan kita terbuka pada orang lain, maka akan terjalin sebuah komunikasi yang baik dan kepercayaan orang lain kepada kita semakin meningkat.

Bisa mampir ke sini: Tentang Timelines 

Dalam teknik ini disebutkan bahwa dalam setiap diri seseorang terdapat empat ruang atau kuadran yang menggambarkan informasi mengenai perasaan, perilaku, perspektif, intensi dan motivasi dari orang tersebut.  

Blind Spot
Dalam setiap yang tersembunyi
  • Daerah/kuadran terbuka (open self), daerah yang berisi informasi di mana secara sadar diketahui oleh diri kita dan orang lain.
  • Daerah/kuadran buta (blind self), daerah yang menggambarkan informasi mengenai diri kita yang tidak diketahui oleh diri kita tetapi diketahui oleh orang lain.
  • Daerah/kuadran tertutup (hidden self), daerah yang menggambarkan informasi mengenai diri kita yang kita ketahui namun, tidak ingin diketahui oleh orang lain.
  • Daerah/kuadran gelap (Unknown self), daerah misteri yang menggambarkan perilaku, sifat, intensi dan motivasi yang dimiliki yang tidak diketahui oleh diri sendiri maupun orang lain

Praktisnya dalam memahami teknik ini saya teringat dengan satu serial import dari Amerika yang rilis tahun 2004, berjudul Desperate Housewives

Desperate Housewives dan Jendela Johari

Desperate Housewives menceritakan kehidupan ibu rumah tangga di Wisteria Lane. Semacam kompleks perumahan di pinggiran kota. Tokoh utamanya ada Lynette Scavo, seorang wanita dengan karir melesat tetapi harus nge-pause impiannya. Gabriella Solis, istri Tuan Solis yang money orientied. Bree Van De Kamp, seorang istri paripurna. Acuan para ibu rumah tangga dalam mengelola rumah tangganya. Serta Susan Mayer, seorang single mother. Rapuh dan berprofesi sebagai illustrator buku anak-anak.

Cerita diawali dengan kematian Mary Alice Young di pagi hari yang tenang dan membuat geger warga Wisteria Lane. Bagi keempat tokoh tadi, kepergian Mary Alice Young dengan cara menembak pelipis meninggalkan kesedihan sekaligus tanda tanya. Apalagi setelah ditemukan surat ancaman serta bukti-bukti yang membuat mereka kaget. Tidak percaya.

Sejak saat itu sepertinya setiap orang di Wisteria Lane memiliki hal yang disembunyikan. Dan setiap orang bak menemukan kuadran kedua dari Jendela Johari (blind self) tetangganya.

Serial ini entah bergenre thriller, misteri atau soap opera biasa karena pada beberapa episode ada cerita tukeran pasangan yang menjemukan (thats why banyak saya skip). Desperate Housewives mungkin bersebrangan dengan serial Sex In The City. Meskipun ceritanya sama-sama tentang lingkaran pertemanan perempuan. Besties..... Jika pada Sex In The City para tokohnya mandiri secara finansial, di Desperate Housewives tergantung pada supply pasangannya.

Itu cerita Jendela Johari dari kacamata serial, bagaimana dengan sekarang? Di era media sosial Jendela Johari mempermudah mengenali kuadran-kuadran tersebut atau malah membuat membuat bias. 

Lets say kita lakukan branding. Kita ingin dikenal sebagai apa? Traveler kah? Sebagai pelaku kuliner kah? ahli parenting, jagoan crafter. Lalu berusaha membenahi kuadran-kuadran itu dengan membuat konten-konten yang mendukung tujuan tadi. Menyembunyikan yang tidak seharusnya diketahui dan sebagainya.

But, for some reason media sosial seakan membuka dengan mudah kuadran yang tersembunyi. Contohnya ada beberapa orang yang terlihat alim di dunia nyata, namun ganas di dunia maya. Seperti seorang ibu rumah tangga yang pendiam, tetapi gemar memberikan komentar-komentar pedas dan tidak sopan pada public figure. Sampai harus berurusan dengan pihak berwajib. Pun sebaliknya di dunia maya sangat religius. Selalu berbagi tentang kebajikan. Setiap postingan berupa wejangan yang menyejukan. Pada kenyataan seorang perebut suami orang atau seorang koruptor yang membabi buta.

Wallaualam. 

Komentar

  1. Nah, bener banget sebagai apapun penulis, pengusaha, dan lain-lain harus pandai personal branding untuk menunjukkan jati diri sendiri. Mantep ini kuliah agribisnis, jarang ada yang ngambil itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuliah yang tertunda sekian lama...
      Hatur nuhuun

      Hapus
  2. Wah nambah ilmu baru nih kak terima kasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Because today is a present

Postingan populer dari blog ini

Berbagi Kelembutan Bolu Susu Lembang, Oleh-Oleh Bandung Pisan

Anak Peranakan Tulen Dalam tubuh saya mengalir tiga perempat darah Ciamis. Mamah pituin Ciamis. Lahir di Ciamis, semenjak ABG hingga sekarang Mamah menetap di Bandung. Mengikuti suaminya. Iya, suaminya teh , bapak saya.  “ Suami Mamah saya adalah Bapak Saya ” . Seperti judul sinetron nya ? Bapak sendiri berasal dari Banjaran. Tetapi setelah ditelusuri silsilanya eh, masih ada keturunan Ciamis. Jadi lah saya ini berdarah campuran. Walapun hanya seperempat dan tiga perempat . B angga pisan berdarah indo. Kudu bangga atuh, da saya termasuk produk indo memenuhi standar kearifan lokal.

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius . Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main.   Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amat   dan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini . Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Vonis Asam Lambung Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih.  Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride.  Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan .  Coba- nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual . Akan menguntungkan meureun . Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.