Sabtu, 27 Juli 2019

Insto Dry Eyes untuk Mimin Untuk Kita Semua


“Karena Insto Dry Eyes adalah kunci. Untuk menghadapi gempuran pertanyaan, keluhan, curhatan dan php-an para pelanggan setiap hari”
Kalimat di atas saya kutip dari Mae, tetangga saya yang berprofesi sebagai admin toko online. Lebih populer disebut mimin. Rumahnya tidak jauh dari rumah saya. Hanya selemparan wangi bala-bala dan gehu. Toko online yang dia pegang kebanyakan adalah baju anak-anak dan pakaian muslim. Tidak hanya menjawab seputar pertanyaan produk, Mae juga sering mengisi konten pada halaman media sosial di mana dia menjadi garda terdepan.

Tetangga Mae yang menempati kamar no. 10, paling pojok,  satu lantai di atas adalah Kang Jhony. Setelah malang-melintang dan mencoba berbagai profesi. Dari menjadi guru les, petugas ekspedisi dan ojek online. Kang Jhony menerima tawaran menjadi admin toko online yang menjual berbagai aksesories otomotif dari mantan costumernya pada saat dia narik ojol. Tampang kekar dengan rambut ikal yang selalu diikat ini, menyatakan siap jika ada akun gosip yang melamar menjadikannya mimin. Siap 24 jam menerima ghibah-ghibah nasional maupun internasional dari nara sumber tertelusur.


Saya adalah pekerja konvesional. Tidak seperti Mae dan Kang Jhony. Masuk jam delapan pagi dan keluar pukul lima. Selama jam kantor itu pula, mata saya akan terpaku pada layar berukuran sekitar 19 inchi. Setelah bubar kantor, untuk membunuh rasa bosan di jalan karena kemacetan, terkadang saya membuka akun-akun gosip atau menjelajah toko online.  Keponakan saya yang sekarang berstatus mahasiswa, duuuuh sudah besar mereka dan saya mah konsisten segede gini.  Cenderung memiliki kebiasaan sama. Mengerjakan tugas lalu berselancar atau bermain-main dengan gawai. Ritual yang sama, menatap layar entah itu komputer atau gawai. Berapa lama? terkadang sampai mata perih merintih. Seperti ada pasir-pasir yang menyelinap padahal kami kagak mantai kawan-kawan.
bioeti



Ternyata menatap layar komputer atau gawai adalah sumbangsih nomor utama yang membuat mata kering. Penyebab lainnya, bisa dikarenakan:
  •           Faktor lingkungan. Berada di ruangan ber-AC. Kondisi Cuaca (berangin, panas, berasap atau berdebu)
  •           Perubahan hormon. Apalah daya aku mah, manusia yang terlahir sebagai perempuan yang tubuhnya sering dikuasai oleh hormon.
  •          Riasan alias make up. Demi performa riasan wajah sering kali dibutuhkan.
  •           Pemakaian lensa kontak.  
  •           Makanan yang kurang mengandung vitamin A.
  •           Usia.
  •           Menangis semalaman, seharian, setiap hari, setiap minggu. Baaah, merana sekali hidup kau, Nak!
Eits, eits jangan disepelekan gejala mata kering ini. Mata pegal, mata sepet, mata perih seperti terbakar, buram dan mata lelah. Bisa menyebabkan salah fokus. Bisa fatal. Mae dan Kang Jhony tentu tidak ingin kejadian salah fokus pada saat mereka melayani para konsumen yang memiliki berbagai karakter. Dengan tingkat emosi yang berbeda-beda. Jangankan salah fokus, salah titik atau koma saja mereka tidak mau. Salah-salah bisa salah tafsir lalu tidak jadi closing. Oh tidaaaak!
bioeti


“Lho, yang kemarin bukan ada tahi lalatnya?” tanya Mae pada Indri, kerabat Mae yang duduk disebelahnya. Mae menunjuk dagu kanannya.
Meskipun pertanyaan Mae itu diungkapkan dengan setengah berbisik, tapi langsung membuat suasana menjadi tidak nyaman. Ijul kerabat mereka yang memang terkenal playboy, waktu itu bermaksud memperkenalkan calon istrinya, Mia. Bisikan Mae terdengar oleh Mia. Pertanyaan Mae membuat Mia ingin menjerit,ngacak-ngacak nasi tumpeng dan ngawurkeun ke muka Ijul. Dugaan Mia selama ini seakan terbukti. Mae langsung diamankan.

“Itu mah parah Mae,” ujar saya. Menahan tawa. Saat Mae menceritakan kejadian drama kumpul keluarga beberapa hari lalu. 

 “Maklum atuh Teteh, Mae teh, ngejar deadline. Begadang. Jadi mata udah perih. Mata udah pegel, kalau bisa dipijat refleksi mah. Udah dipijitin yeuuuh..”   Mata Mae sengaja molotot. Urat-urat matanya terlihat kelelahan.
bioeti
Pertolongan pertama pada mata kering

Cerita Mae yang membuat kisruh nasional di keluarganya  itu membuat saya harus  waspada untuk tidak menyepelekan mata kering. Menjaga kesehatan mata, menjaga aset tubuh kita sendiri. Menjadi admin, freelancer, pekerja kantoran, mahasiswa, pelajar, atau menjadi apa saja. Sesungguhnya mata harus diperhatikan dan perlu istirahat. Jangan dikucek-kucek, malah bikin mata iritasi. Apalagi kalau tangannya kotor. Bisa-bisa infeksi itu mah.

Bagi Kang Jhony, jika matanya sudah lelah. Berkedip sudah tak membantu matanya yang kering, dia akan menatap pohon-pohon yang jaraknya sekitar 6 meter dari kamar kostnya. Sebanyak 20 hitungan. Menatap yang hijau-hijau. Pohon-pohon milik ibu kost. Meskipun rumput tetangga lebih hijau, menatap rumput tetangga tentu tidak dianjurkan untuk terapi kesehatan mata. Karena ditakutkan akan menimbulkan huru-hara.  Kalau saya sendiri, selain mengikuti istirahat mata ala Kang Jhony adalah sering mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin A atau yang mengandung lycopene. Kedua kandungan itu bisa saya dapatkan pada pepaya, semangka atau tomat. Buah murah meriah yang kaya manfaat. Makan sayur dan buah serta berolahraga bersama Mae di hari Minggu. Berikan juga perlindungan pada mata ketika berada di lokasi yang membuat mata tidak nyaman. Dengan memakai kacamata atau safety google. Seperti berada di bawah terik matahari, kondisi berdebu, berasap atau bekerja dengan bahan-bahan berbahaya.

Mengatur waktu aktivitas di depan layar,  memperhatikan asupan makan, berolahraga, memberi perlindungan pada mata dan selalu siaga dengan INSTO DRY EYES.  Pertolongan pertama pada mata kering. Insto Dry eyes mengandung Hydroxypropyl methylcellulose. Bahan aktif yang dapat memberikan efek pelumas seperti air mata. Mengatasi gejala kekeringan pada mata dan meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata. Air mata membuat mata tetap lembab. Kekeringan mata membuat mata sepet, mata pegal, mata perih dan cepat lelah.


Into Dry Eyes mudah didapat. Tersedia di Apotek, hyper market, super market sampai mini market dengan harga sekitar Rp15.500,-  dalam kemasan botol plastik yang berisi 7,5 ml. Untuk lebih optimal perhatikan tempat menyimpannya juga yaa gaess, simpan di tempat yang bersih di suhu ruang. Tutup rapat agar tidak terkontaminasi dengan partikel lain. Jangan dipakai setelah dibuka 1 bulan. Pastikan pula tanggal kadaluarsa pada saat membeli. Jangan sampai ada kelalaian pas saat membeli, barang yang kita beli sudah expired. Petunjuk bisa dibaca pada kemasannya. Mudah bukan?


9 komentar:

  1. Mata kering bahaya ya teh, bukan cuma bahaya buat mata sendiri tapi bahaya juga bisa berdampak pada ngawurkeun tumpeng hadudu hahaha.. Bener ini mah insto dry eyes teh harus dibawa kamamana yes :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haruusss... Daripada terjadi kerusuhan
      Heuuu

      Hapus
  2. Setuju Mbak. Saya beberapa kali mengalami gejala mata kering ini. Sekarang saya sedia Insto Dry Eyes jika diperlukan sewaktu-waktu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemasannya yang mungil, bisa dibawa setiap saat

      Hapus
  3. heem. harus bener-bener jaga mata
    apalagi buat kita yang sering mantengin hape melulu demi kerjaan
    kudu sedia insto di tas. kecil mungil berkhasiat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuuu...
      Agar kerjaan makin lancar minim hambatan

      Hapus
  4. bener banget teh, natap layar komputer terus-terusan itu bikin mata lelaahh

    BalasHapus
  5. Wah, sama aku juga pake insto. Langganan keluargaku banget nih si insto ini. Udah kecil mungil, imut-imut, murah meriah, gampang didapat di apotek2 terdekat. Ya aku dan sekeluarga juga taunya cuma insto doang sih kalo udah nyangkut masalah mata. Haha. Gak tau merk lain, hehe.

    BalasHapus
  6. Menangis semalaman trus besoknya pakai Insto bisa bikin mata jadi cerah lagi? Mantap Insto :D

    BalasHapus

Feel Free untuk menaruh komentar. Pasti akan dikunjungi balik.
Oh ya, link hidup sebaiknya jangan yaaa... nanti saya matiiin lhooo.