Minggu, 10 Februari 2019

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung


Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan. Coba-nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual. Akan menguntungkan meureun. Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.

Saya salah, vonis dokter tidak seberapa mengagetkan. Rupanya Ada yang lebih mengagetkan lagi. Yakni komentar atas derita saya karena asam lambung, “Aduh Teteh, masih gadis sudah asam lambung. Sayang lho Teh. Harusnya kalau masih gadis itu bla… bla… bla…”

Tadinya meringis, saya pun jadi olohok.
“Oh gitu yah,” kata saya. “Wah, saya menyesal atuh menjadi gadis.”  Saya menyesal sudah mendahului perempuan yang sudah menikah karena diberikan penyakit ini. Hehehehe….

Komentarnya lantas dibenarkan oleh seseorang di sebelah dia. Bahwa manusia gadis seperti saya tidak layak untuk menderita asam lambung. Sebab utamanya adalah karena status. Mengapa? Karena kalau sudah menikah mah akan stress luar biasaaaaaa. Pokoknya harus nikah. TITIK!
bioeti
Hidupku tak serudet itu 
Sejujurnya pendapat-pendapat seperti itu tidak membuat seseorang yang sedang kesakitan menjadi lebih baik. Bahkan saat itu, jujur saya ingin mengurung mereka  di bawah kursi Mamang bakso pinggir jalan. Tetapi saya masih waras. Meskipun asam lambung yang sudah susah payah saya kendalikan untuk tidak naik. Malah jadi naik pitam. Saya hanya bisa berkata dalam hati ketika mereka menguliahi saya. Menghubungkan antara asam lambung dan status. Padahal jika status saya menikah pun saya tidak ingin menderita asam lambung. Aslina. Saya ingin sehat. Saya tidak menginginkan pasangan yang membuat asam lambung jadi berlebih. Naik ke kerongkongan.

Baiklah Nona-nona yang budiman, menurut saya asam lambung tidak pilih-pilih dalam menyerang. Dia bisa menyerang manusia yang sudah menikah atau belum. Penyakit GERD (gastro esophagealreflux disease) atau dikenal penyakit asam lambung ini disebabkan cairan lambung naik ke atas kerongkongan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa sebab. Salah satunya karena pola hidup.
Asam lambung berbeda dengan sakit maag (dispepsia). Maag, bisa disebabkan oleh luka pada lapisan dalam lambung (tukak lambung). Sering kali disertai mual dan muntah, sulit menelan. Untuk mengatasi sakit maag biasanya diberikan obat antasida. Banyak kan ya, di pasaran. Tidak perlu disebutkan. Bulan puasa biasanya suka jadi sponsor utama acara sahur dan buka. Padahal mah puasa tidak menyebakan maag.
Kedua penyakit ini bisa juga disebabkan oleh stress. Dan stress bisa menimpa siapa saja tanpa memandang apakah orang itu sudah menikah atau belum. Bahkan mungkin bertemu dengan orang-orang yang memberikan komentar ‘kece badai’ bisa menyebabkan stress juga.

GERD
List yang harus diwaspadai

Setelah saya tahu, tingkat penyakit GERD yang saya alami. Bertanya kanan-kiri. Pada dokter, pada rumput bergoyang, juga pada mamang google. Saya akhirnya membuat aturan dalam hal memamah biak. Agar asam lambung saya terkendali. Kagak usah naik. Emang situ property, tiap senin naik.  

Saya tidak ada niatan untuk diet sebelumnya. Saya adalah penganut aliran diet yang dilakukan besok. Tapi demi kesehatan jiwa dan raga. Jasmani dan rohani. Saya membuat daftar makanan dan minuman yang harus dihindari.

Makanan:
  • Junk Food, seperti gorengan. Bandung mah surga gorengan. Ma’af untuk saat ini, kenikmatan ini  harus saya tinggalkan.
  • Makan pedas. Sebetulnya saya bukan pencinta makanan pedas. Jadi no to worries.
  • Mie instant dan berbagai mie lainnya.
  • Segala sesuatu yang mengandung Mint. Papermint.  Termasuk permen
  • Makanan yang menggunakan pengembang (baking Soda). Seperti roti dan turunannya. (Susaaaah ini juga, karena - sarapan praktis yaa.. konsumsi sejenis roti-rotian)
  • Coklat (ini berat bangetttt, semoga tidak banyak khilaf)

Minuman:

  •  Kopi
  •  Teh
  •  Coklat
  •  Minuman yang segar-segar. Asam, manis (deuuuuh, padahal suka pengin)
  • Soda (Saya tidak pernah minum minuman bersoda sejak melihat tutorial membersihkan WC buruk rupa menggunakan minuman bersoda. Jadi cingcay lah!)
  • Alkohol (definitely moal atuh. Alkohol dan turunannya. Alkohol oplosan. seperti K***nt* dioplos pakai pengusir nyamuk)
Selain menjaga makanan-minuman. Hal lain yang harus saya lakukan adalah menjaga pola tidur. Harus cukup. 5 sampai7 jam lah nyaaa… kalau kebanyakan nanti jadi trending topic soalnya. Meninggikan bantal agar asam lambung gak naik-naik melulu. Tidak langsung berbaring setelah makan. Minum obat teratur dan minum banyak air putih.

Last but no least adalah menghindari bertemu orang-orang yang bisa memancing stress karena komentarnya. Lebih baik dihindari saja.

Setiap orang mempunyai masalah masing-masing. Semua orang dapat mengalami stress. Apakah orang itu sudah menikah atau tidak. Jika toh, belum menikah tidak menutup kemungkinan orang tersebut tidak mempunyai tanggungan. Misalnya orang itu bekerja karena kondisi orangtuanya sudah tidak produktif dan harus menghidupi anggota keluarga yang lain. Jika belum menikah tidak menutup kemungkinan orang itu di pagi harus menyiapkan sarapan. Harus membereskan rumah, atau mengantarkan kerabatnya ke sekolah (/tempat lain). Dan berbagai aktivitas lainnya. Sesuai porsinya sebagai orang dewasa. Sama seperti yang sudah menikah, kecuali berhubungan sex tentunya. Karena itu dilarang oleh agama dan Negara. Euleuuuh jadi ngacapruk.

Duh, kenapa menjadi kesal begini? Boleh jadi kekesalan ini merupakan kekesalan pribadi yang segala sesuatu disangkut pautkan dengan status.

Nah, pertanyaan saya bagi para komentator adalah….. jika menikah bisa menyebabkan asam lambung dan gejala stress lainnya, mengapa anda menikah?



Sumber bacaan:
1.       Alodokter.com
2.       Hallosehat.com
3.       Kompas.com/kesehatan

25 komentar:

  1. Judulnya provokatif pisaan..hahaha...Asam lambung saya mulai sering meningkat sejak jadi anak kost,itu pas masih gadis. Sekarang setelah tidak gadis lagi (eh), Alhamdulillah asam lambung sdh sgt jarang meningkat. Jadi, teori itu terpatahkan,Teh. Hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah.. nah... nah...
      Standarnya harus begitu yah.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Asam lambung alhamdullilah mpo tidak mengalaminya.

    Inilah yang membuat kita jadi susah beraktivitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mpo, banyak jajanan, cemilan enak-enak juga percuma. Cuma bisa mandangin doang

      Hapus
  3. aku termasuk yang peka dengan asam lambungku

    BalasHapus
  4. Yg paling sering menjadi biang kerok asam lambung adalah kopi, termasuk kopi yang katanya putih tapi warnanya coklat

    BalasHapus
  5. wah masa sih gadis ga boleh sakit asam lambung, ah bodor eta mah wkwkwk. Tapi emang sih kalau asam lambung naik, dada sesak dan nyeri banget.

    BalasHapus
  6. Aduuh aku baca yg komentar itu meni pengen ikutan ngurung juga ih teh, bari lanjut makan bakso haha. Btw sedih banget ini liat list makanan yg harus dihindari, favorit semua :(

    BalasHapus
  7. Aku hatam sama asam lambung karena sesuak itu sama makanan pedas. Tapi...sekarang mulai sadar diri karena kalau terus terusan ignorant bahaya. Makasi udah share teh itu obrolan awal antara status gadis dan asam lambung sungguh jenaka dan menggemaskan hahahahha

    BalasHapus
  8. Iya banget. Menikah dan sudah menikah, stres selalu banyak. Dan jadinya sering ngaruh ke asam lambung. Aku nih, sering begitu. Perut perih karena kebanyakan mikirin sesuatu. Padahal gak makan asem2. Iya, aku gampang prih perut kalo makan asam. Kalo pedas dan kopi, rada jinak, asal tong maceuh teuing. :D

    BalasHapus
  9. Eleuh baca judulnya jadi tambah penasaran ada apa gerangan. Hahahaha. Sakit mah ngga lihat status, intinya emang pola makan dan pola hidup. Nah, klo GERD memang salah satu pemicunya stress. Sehat-sehat ya Tetetlh, tetap semangat dan bahagia. Muahhhh.

    BalasHapus
  10. Ya ampun teh ga usah didengerin orang2 nyinyir mah. Mau kita sehat or sakit da pasti gitu hehe. Btw aku pun ada GERD teh pernah pas kuliah ampe masuk UGD karna dada terasa terbakar dan aku ga bisa nafas. Sontak sempet tobat minum kopi,junkfood. Alhamdulillah tapi sekarang ak candu caffein hehe gak kapok

    BalasHapus
  11. Cik atuh nya netijen teh, orang yang sakit itu harusnya didoakan, dihibur, dibawain makanan, bukannya komen yg engga2 :P
    GERD itu emang ga enak banget ya teh, aku sampai demam dan muntah2. Gamau keulangi lagi. Jadi mulai sekarang mau jaga pola makan..

    BalasHapus
  12. menjaga makan masih jadi wacana...
    yang penting pola makan udah teratur: pagi, siang, sore dan diimbangi olahraga :D

    BalasHapus
  13. menghindari bertemu orang-orang yang bisa memancing stress karena komentarnya, ini banget

    BalasHapus
  14. Hahaha... judulnya itu loh membuatku penasaran,iya cuekin deh kalau ada orang yang bermulut pedas. Cukstaw ambil langkah seribu daripada sakit mag,hehe... ayo makan sehat2.

    BalasHapus
  15. Agak aneh sih anggapan seperti itu. Sakit maag mah bisa kena ke siapa aja karena pola dan gaya hidup hehe

    BalasHapus
  16. Bhahahha~
    Aku suka banget sama gaya tulisan teteh.

    Di akhir emang keliatan teh...makin kece ngomelinnya.

    Aku kalo stres suka langsung kerasa di badan kok, teh...
    Tapi larinya malah sembelit, susah buang gas.
    ((pokonya makin ga keren laah...Huhuu~))

    BalasHapus
  17. Pengen banget mulai hidup sehat dengan menjaga pola makan. :-(

    BalasHapus
  18. Pertama, toss dulu, Teh. Saya juga punya asam lambung. Dan memang mengganggu banget.
    Kedua, hmmm, komentar kayak gitu sebenernya malah bikin nambah stres. Enggak kenal tapi kok udah dihakimi. Sedih jadinya.

    BalasHapus
  19. Asam lambung dan hubungannya dengan nikah apaaaa teh?? Haha. Aku jadi bingung, masih aja ada yang bikin mitos kayak gitu. ��

    BalasHapus
  20. Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat aku masih susah konsisten nih ngejalaninnya. Tapi kalau udah denger cerita kaya gini, jadi pelajaran bgt nih buat aku

    BalasHapus
  21. alhamdulillah aku gak ada masalah sama lambung teb hehe

    BalasHapus
  22. Duh aku iya nih asam lambung, tapi ga sampe yg mengkhawatirkan sih teh. Asal jaga pola makan hehe

    BalasHapus

Feel Free untuk menaruh komentar. Pasti akan dikunjungi balik.
Oh ya, link hidup sebaiknya jangan yaaa... nanti saya matiiin lhooo.