Langsung ke konten utama

Menjadi Sebab

Penantian saya yang berminggu-minggu menunggu kabar dari bidadari, terjawab sudah oleh angin. Kabar angin memang sering kali sukar dipercaya. Orang menganggapnya kabar yang mengada-ada. Tapi jika kabar dari angin saya agak sukar menyangsikannya. Angin adalah utusan bidadari untuk berkirim kabar kemari.



"Saya kagum pada bidadari," kata saya kepada angin.
Saya boleh kagum, tapi ternyata bidadari sangat tersiksa. Hal yang saya kagumi justru menjadi kutukan bagi bidadari sendiri. Setidaknya akhir-akhir ini dia merasa begitu. Seumur hidupnya yang abadi, baru kali ini dia merasa kekuatannya menjadi kutukan.
Saya kagum pada bidadari yang diberi kekuatan sehingga dia bisa membuat seseorang rela mati, bahkan mematikan yang lain hanya karena saking ingin 'dilayani' oleh bidadari.
"Jadi menurut kamu secara tidak langsung saya telah membunuh? Tetapi memakai tangan orang lain. Begitu??! Berlomba-lomba menebar ketakutan. Apakah saya menjadi sebab kekacauan di dunia?!" angin menirukan pesan bidadari. Angin adalah peniru yang ulung. Dia menjelma menjadi pohon, layangan. Apapun yang dia mau.
Villa Boscha - Pangalengan

Saya terdiam. Pesan yang dibawa angin membuat saya berpikir.
Kata angin, bidadari tengah bersedih. Seharusnya dia bring out the good, bukan mengeluarkan evil's advocate. Eh, itu mah The Devil's Advocate judul film. Diralat. Mengeluarkan sisi kejam dari manusia. Menjadi sebab orang berbuat jahat tidak ada dalam job desk-nya. Mengapa bisa terjadi salah tafsir? Apa manusia se-baper itu.
Ibaratnya, jika sekalipun ada seseorang yang berniat jahat lalu teringat akan bidadari. Orang itu akan mengurungkan niatnya. Lalu menebar kebaikan. Bukan sebaliknya.
Saya jadi curiga sebetulnya itu bukan kata-kata bidadari semata, tapi mungkin angin sendiri. Sengaja ingin menceramahi saya. Karena saya sering  ngomel-ngomel pada angin yang telah mengacak-acak jemuran.

Komentar

  1. Bidadari tetaplah bidadari. Tak peduli seberapa angin menerpa dengan kencangnya. Sebagaimana sosoknya digambarkan dalam cerita.

    BalasHapus

Posting Komentar

Feel Free untuk menaruh komentar. Pasti akan dikunjungi balik.
Oh ya, link hidup sebaiknya jangan yaaa... nanti saya matiiin lhooo.

Postingan populer dari blog ini

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan. Coba-nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual. Akan menguntungkan meureun. Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.

Berbagi Kelembutan Bolu Susu Lembang, Oleh-Oleh Bandung Pisan

Dalam tubuh saya mengalir tiga perempat darah Ciamis. Mamah pituin Ciamis. Lahir di Ciamis, semenjak ABG hingga sekarang Mamah menetap di Bandung. Mengikuti suaminya. Iya, suaminya teh, bapak saya. 
“Suami Mamah saya adalah Bapak Saya. Seperti judul sinetron nya? Bapak sendiri berasal dari Banjaran. Tetapi setelah ditelusuri silsilanya eh, masih ada keturunan Ciamis. Jadi lah saya ini berdarah campuran. Walapun hanya seperempat dan tiga perempat.Banggapisanberdarah indo. Kudu bangga atuh, da saya termasuk produk indo memenuhi standar kearifan lokal.

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius. Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main. Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amatdan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini. Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.