Langsung ke konten utama

Berita Sentimen

Judul beritanya membuat saya penasaran, makanya begitu nongol lagi saya langsung sambit mengklik-nya. Ini berita sentimen.Tulisannya gak sampai seribu kata. Pasti cepet dong dibacanya. Nah, ini yang jadi masalahnya. Ketika saya membacanya dan berkali-kali saya baca. OK, dengan tulisan yang kurang dari 1000 kata harusnya akan lebih mudah dibaca dan dicerna. Saya malah merenung, mencoba menyimak tulisan ini. Dodol sekali.


Saya memang suka terbawa "sakaba-kaba" (kurang lebih artinya mirip dengan pergaulan bebas). Termasuk soal bacaan. Jenis bacaan ini memang lagi happening di newsfeed dan timelines saya, makanya bikin saya penasaran. Plus ditambahi dengan komentar yang menakutkan dari pelaku sharer (Heu heu heu.... kalau tukang Sharing berita di medsos namanya Sharer bukan? Sharer Sungkar.)
Setelah berulang kali saya baca saya tetap saja gak ngerti ini berita. Arti menari saya mengerti lah, pasti semacam party-party. Senang-senang.  Judulnya saya ngerti. Nah, isi beritanya, bikin saya nangis bombay karena gak paham. 
Terus kalau maksud sentimen di sini apa yah? Apa artinya sama seperti si Akang yang suka sentimen ke saya kalau nemu tukang parkir cakep?
Apa seperti sentimen para mantan pada the new gebetan?

Memang segala sesuatu harus diserahkan pada ahlinya.
Da Aku mah Apah atuuuh...., hanya Rakyat Jelita yang mencoba membaca berita.





Komentar

Silahkan mampir

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan. Coba-nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual. Akan menguntungkan meureun. Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.

Delcont: Hilang Satu Tumbuh Seribu

Delcont atau delete contact menjadi kosakata baru semenjak era Blackberry tiba. Delcont adalah sebuah kegiatan dalam rangka menghapus jejak pertemanan (daftar kontak teman). Biasanya yang terkena dampak delcont sedikit misuh-misuh, merasa kecewa dan berujung pada dendam kesumat. Eh, kenapa saya sok tahu begini yah, mengatakan bahwa mereka tidak bisa menerima kalau dirinya ter-delcont.

Meskipun prediksi ini tidak akurat, karena hanya hasil pantauan dari status BBM, Facebook, Twitter semata. Tapi entah lah, otak saya ini memang termasuk otak kekinian yang mainstream. Kadung mempercayai tulisan-tulisan pendek galau yang tersebar dengan cepat melebihi kecepatan cahaya. Padahal mungkin saja ketika dia menulis betapa merana dirinya ter-delcont. Dia menulisnya sambil berpesta pora. Who know. Siapa tahu. Tahu bulat lima ratusan.

Ini cerita saya yang ter-delcont dengan tiba-tiba dan membuat dunia saya....

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius. Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main. Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amatdan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini. Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.