Langsung ke konten utama

Ma'afkan Kami

Ma'afkan kami (Kia, Dylan, Adit dan Gita), rupanya kami hanya purwa rupa yang buruk untuk masa depan kalian. Terlalu memikirkan keinginan kami tanpa kami sadari kalian akan menuai karma apa yang telah kami lakukan.
Tidak adil rasanya jika kalian harus menanggung beban karena ketidak dewasaan kami. Karena kami berbohong dan berdusta karena nafsu kami.
Dusta kami akan kami tuai, sudi kiranya Tuhan yang maha adil tidak membebankan kepada mereka. Biarkan mereka tumbuh tanpa harus menjadi seperti kami.
ma'afkan kami

Komentar

Silahkan mampir

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan. Coba-nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual. Akan menguntungkan meureun. Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.

Delcont: Hilang Satu Tumbuh Seribu

Delcont atau delete contact menjadi kosakata baru semenjak era Blackberry tiba. Delcont adalah sebuah kegiatan dalam rangka menghapus jejak pertemanan (daftar kontak teman). Biasanya yang terkena dampak delcont sedikit misuh-misuh, merasa kecewa dan berujung pada dendam kesumat. Eh, kenapa saya sok tahu begini yah, mengatakan bahwa mereka tidak bisa menerima kalau dirinya ter-delcont.

Meskipun prediksi ini tidak akurat, karena hanya hasil pantauan dari status BBM, Facebook, Twitter semata. Tapi entah lah, otak saya ini memang termasuk otak kekinian yang mainstream. Kadung mempercayai tulisan-tulisan pendek galau yang tersebar dengan cepat melebihi kecepatan cahaya. Padahal mungkin saja ketika dia menulis betapa merana dirinya ter-delcont. Dia menulisnya sambil berpesta pora. Who know. Siapa tahu. Tahu bulat lima ratusan.

Ini cerita saya yang ter-delcont dengan tiba-tiba dan membuat dunia saya....

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius. Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main. Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amatdan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini. Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.