Langsung ke konten utama

Postingan

The World Of The Married di Dunia Nyata

Dampak PSBB menyeret saya pada (sinetron), eh maaf. Drama Korea The World Of The Married (TWOTM). Sebab utama adalah timeline media sosial dijejali dengan curhatan yang menggebu-gebu. Akun Instagram pemeran pelakor jadi sasaran luapan kemarahan warga +62. Kelakuan Yeo Da Kyung sungguh melelahkan jiwa. Ya Tuhan, padahal bulan puasa saat itu. Setan-setan sedang dibelenggu.  Bagaimana kalau drama tersebut diputar pada saat bulan kemenangan? takutnya tak hanya media sosial Han So Hee yang diteror. Duh, wahai para penikmat drama. Ini sungguh menakutkan.

Menata hati dengan Bertani (Belajar bertani di perkotaan)

Ma’afkan jika judulnya agak syahdu-syahdu begitu. Sudah lama tidak menulis, jadi bikin judul saja sudah absurd. Sesungguhnya tulisan ini tidak mengandung tata cara mengelola patah hati. Apalagi me-manajem kalbu. Wow! Pisan bahasan soal hati dan kalbu mah. Gak akan mampu saya. Lebih baik diserahkan pada ahlinya.
Tapi benar kok, mungkin untuk sebagian orang, bertani itu untuk pelepas penat. Sebab penat bisa berasal dari perasaan dan pikiran. Untuk saya, alasan bertani bisa dilihat pada postingan ini . Saya bertani dengan berbagai cara. Manual, konvesional, matic kalau ada mah. Saya jabanin juga deh.

Siliwangi Bolu Kukus Oleh-Oleh Bumi Pasundan

Bermunculan kerajaan-kerajaan baru, beberapa pekan lalu. Mengingatkan saya pada sebuah diskusi belasan tahun silam bersama Amadeus Dedi, putra Cigugur Kuningan yang terdampar dengan betah di Bandung. Kala itu kami berdiskusi mengenai Uga Siliwangi. Ada juga yang menyebutnya Wangsit Siliwangi.

Kuliah di UT dan Mendapatkan Beasiswa

Akhir Tahun 2017, saya mendaftar di UT (Universitas Terbuka). Kurang dari lima hari sebelum pendaftaran ditutup. Kuliah adalah hal yang sudah saya kubur, rasanya selain tidak akan kaotakan, teu katanagaan, mood-nya sudah beralih orientasi. Dulu memang saya pernah beberapa kali ikut kelas karyawan, eughatuda selepas lulus sekolah perjalanan nasib membawa saya ke dunia karyawan. Bukan dunia kampus. Pas lulus SMK  mah semangat nga-gedur (artinya kurang lebih sama dengan semangat 45) untuk melanjutkan studi. Sempat ikut beberapa kelas karyawan di berbagai sekolah tinggi swasta. Dari sekolah tinggi yang izinnya sudah ada sampai yang masih dipikirkan saya jabanin. Sampai ada sekolah tinggi yang kabarnya sekarang teuing kumaha. Mungkin entah belum jodoh, atau hormon hoream terlalu menguasai tubuh. Kandas semua dunia perkuliahan saya saat itu. Dan setiap tahun selalu ada resolusi untuk melanjutkan. Tapi pasti sudah hapal, nasib resolusi itu hanya ada dalam catatan. Belum sampai tahap eksekus…

Belajar nge-Vlog di Crowne PLaza Bandung

Tantangan menulis blog, semakin hari kian seru. Banyak hal yang dapat kita pelajari setiap hari. Seperti hari Minggu kemarin, saya ikut kegiatan untuk belajar membuat vlog. Ambil bagian di kegiatan singkat itu, bukan berarti saya akan menjadi pesaing Atta Halilintar. Melainkan lebih sekadar ingin belajar membuat video camperenik yang enak dicerna sebagai pelengkap blog saya (jika diperlukan). Agar yang menonton enak. Pesan yang saya sampaikan dapat diterima dengan baik. 

BHB: Energi Tak Terbantahkan

Terlebih dahulu saya ingin meminta ma’af yang sebesar-besarnya kepada Neng Rara serta seluruh teman-teman di Bandung Hijab Blogger (BHB). Seharusnya saya membuat tulisan ini fresh setelah acara berlangsung. Namun berkat saya yang saat itu sagala diiluan, sehingga saya kesulitan membagi waku antara menulis, membaca dan belajar, akhirnya tulisan ini mengendap. Telat lebih tiga bulan. I Know, I knowyou might think that I shouldcheck it ke bidan karena telah telat tiga bulan. Ma’afkan saya atas keterlambatan yang amat sangat ini.

Partner ketiga: Unlock your dream with Vivo S-1

Target 2019, saya akan mewujudkan salah satu mimpi saya yaitu memiliki rumah makan.Menu yang ditawarkan adalah raw food. Eits, rada terlalu keren gimana gituuuu. <<<<Raw food>>>>. Sebetulnya makanan raw food tidak terlalu asing bagi orang Sundamah. Bukan hal aneh,orang Sunda suka makan daun mentah. Segala jenis daun, terkecuali daun pintu, daun jendela dan daun telinga. Di-coel dengan sambal atau dibuat lotek (semacam gado-gado) atau karedok. Dibikin salad. Biar kekinian. Memiliki rumah makan adalah kepanjangan dari mimpi saya sebagai petani. Ini bukan sekadar memiliki rumah makan, melainkan sebuah style. Yang mempunyai misi mewabahkan menyebarkan wabah gaya hidup sehat (Eduuun lah, mohon diaamiinkan, saudarah-saudarahkuuu) Saya ingin mengusung konsep from farm to table. Biar pengunjung benar-benar bisa menikmati sayuran segar. Fresh from the kebun.