Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label woman empowerment

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan. Coba-nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual. Akan menguntungkan meureun. Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.

2019 tentang Harapan

Seakan sudah menjadi suratan pada perjalanan saat itu, tetesan hujan memaksa kami untuk berteduh di warung mie. Tadinya saya mau bilang kejadian berteduh di warung mie adalah kebetulan belaka, tetapi hei! Hei! Hei! Everything happen for a reason.

Panglima Tempur

Agak sedikit ‘canggung’ ketika berada pada situasi lautan anak kecil. Sungguh saya sangat salut kepada pengajar di PAUD, TK atau kelas satu di sekolah dasar. Mereka pasti stok sabarnya sangat-sangat tak terhingga. Tidak seperti saya. Ketika melihat anak kecil blingsatan, secepat kilat berulah. Aduuuuh, ini dada sudah terasa penuh gimana gitu….

Belum Tentu

Selain difteri, wabah yang tak kalah mengerikan adalah wabah pelakor. Perasaan akhir-akhir ini pelakor semakin merajalele. Menyerang halaman media sosial saya. Seakan tidak memberikan ruang kepada saya untuk berpaling. Berita mengenai pelakor sebetulnya jenis berita yang tidak ingin saya baca. Tetapi apa daya, sekarang cuma ada dua tipe berita yang sedang nge-hit. Korupsi dan pelakor. Entah kedua jenis berita ini saling berkorelasi atau tidak? Pada kenyataannya, dua tipe berita ini membanjiri lini masa medsos saya. Eh, entah kalau lini masa anda-anda sekalian mah. Mungkin saya kebanyakan follow akun gosssip.☻

Me-Time Idaman

Demi menjaga 'kewarasan' kadang-kadang saya suka me-time. Dan diantara berbagai ritual me-time yang saya lakukan ada yang menjadi favorit. Sekarang saya suka kepikiran lagi kapan bisa mengulangi me-time favorit. Asa-asa gak mungkin. Tapi, kata si bapak idola aku "There is nothing such impossible, only diffucult." Artinya agak beda-beda tipis laaah dengan ringan sama dijinjing, berat sama difikul. Kitu cenah. Aheu heu heu,,,,

TIGA KALI

Cukup tiga kali pertemuan, Lala akhirnya resmi berstatus menjadi istri. Meskipun pertemuan pertama bisa dikategorikan ilegal. Saat itu Lala sebetulnya tidak diperbolehkan melihat wujud laki-laki yang akan mempersuntingnya. Lala hanya diberitahu sifat sang calon. Oleh Ummi, wanita yang sudah Lala anggap sebagai ibunya sendiri.             "Baik. Ramah. Bertanggung jawab. Pengertian."  Standar impian para perempuan.  Seolah mendukung rasa penasaran Lala, tiba-tiba angin mendorong pintu dan membuat sedikit celah. Di ruang itu, Abah, suami Ummi sedang mem-briefieng laki-laki yang kelak akan menjadi suaminya. 

Ustadz dan Poligami

Pernah suatu kali, Mamah pulang dari wisata religi misuh-misuh. Rupanya wisata religi kali ini membuat dia kesal sampai ubun-ubun. Hingga keluar janji-janji politik seperti yang sedang marak saat ini. Maksudnya kalau ada satu dan lain hal bisa dilanggar ☺.
Janji Mamah saat itu adalah dia tidak akan mengikuti wisata religi yang akan dikelola oleh si Ibu M atau menggunakan jasa travel wisata xx.
Rombongan yang seharusnya menjadi audien Ustadzah yang sedang nge-hits. Yang suka dicurhatin. Tiba-tiba menghadiri ceramah Ustadz I. Ustadz terkenal juga. Apalagi dengan aksi-aksi kemarin. Moal bireuk. Kahot. Kawentar.

V E R S I

Perkara ma’af-mema’afkan umumnya melibatkan dua pihak. Pihak pertama biasanya dipegang oleh yang memohon ma’af dan pihak kedua sebagai pemberi ma’af. Bagi keduanya perkara ma’af-mema’afkan pasti terasa berat. Pihak pertama  sebagai pemohon akan terasa berat karena harus meniadakan gengsi. Memotong urat malu. Menghilangkan rasa kalah atau mengenyahkan rasa terintimidasi. Pihak kedua pun tak kalah berat.

Apakah dengan memberi ma’af semua masalah akan selesai?

Menjadi Sebab

Penantian saya yang berminggu-minggu menunggu kabar dari bidadari, terjawab sudah oleh angin. Kabar angin memang sering kali sukar dipercaya. Orang menganggapnya kabar yang mengada-ada. Tapi jika kabar dari angin saya agak sukar menyangsikannya. Angin adalah utusan bidadari untuk berkirim kabar kemari.

Didukung Oleh...

Awal tahun ini dibuka dengan kabar mencengangkan yang dibawa oleh Mamah. Dalam hati saya juga ingin menyangkal kabar itu. Tidak ingin memercayai tapi apa daya garis batas sudah malang melintang dari pintu pagar hingga pintu masuk rumahnya. Ngerii sih.


Rumah yang dimaksud adalah rumah salah satu teman mengaji Mamah yang sangat dibanggakan. Bagaimana Mamah tidak bangga? Berkali-kali Mamah  memuji kebaikan Bu Beliau (sebut saja begitu) karena tidak pernah pelit. Sering meneraktir, membuat seragam kegiatan untuk kelompok pengajian mereka.

Kasus yang menimpa teman Mamah itu kasus yang mainstream di negeri ini.  Kasus korupsi. Pengadaan beras buat warga miskin. Haddduh, suka miris kalau begini. Nih, koruptor semiskin apa yaaaa? Sampai tega nyolong beras warga miskin. Lebih miskin dari yang ditolongnya.

Delcont: Hilang Satu Tumbuh Seribu

Delcont atau delete contact menjadi kosakata baru semenjak era Blackberry tiba. Delcont adalah sebuah kegiatan dalam rangka menghapus jejak pertemanan (daftar kontak teman). Biasanya yang terkena dampak delcont sedikit misuh-misuh, merasa kecewa dan berujung pada dendam kesumat. Eh, kenapa saya sok tahu begini yah, mengatakan bahwa mereka tidak bisa menerima kalau dirinya ter-delcont.

Meskipun prediksi ini tidak akurat, karena hanya hasil pantauan dari status BBM, Facebook, Twitter semata. Tapi entah lah, otak saya ini memang termasuk otak kekinian yang mainstream. Kadung mempercayai tulisan-tulisan pendek galau yang tersebar dengan cepat melebihi kecepatan cahaya. Padahal mungkin saja ketika dia menulis betapa merana dirinya ter-delcont. Dia menulisnya sambil berpesta pora. Who know. Siapa tahu. Tahu bulat lima ratusan.

Ini cerita saya yang ter-delcont dengan tiba-tiba dan membuat dunia saya....

1001 Alasan Poligami*

Kalau ditulis semua keseribu satu alasannya pasti gak akan cukup waktu membacanya. Malah bisa bikin bosan, bener gak??? gak Bener yaaa.... biarin deh. Dengan kata lain yang nulisnya juga cangkeul.plliss atuhlah. itu bisa jadi penyiksaan gaya baru.
Jadi langsung ke point-point penting. Alasan-alasan yang sering dijadikan legalisasi buat poligami. Urutannya ngacak saja, gak mesti runut seperti dalam on the spot.
Berikut adalah beberapa alasan yang sering kali digunakan untuk memuluskan langkah poligami.
1. Rasio Jumlah Penduduk Laki-laki dan Perempuan (Statistik)
Issue populasi perempuan lebih banyak adalah alasan paling klasik dan sering kali digunakan dengan keliru.

Saya yang Jomblo situ yang respot!

Kata Jomblo tidak akan ditemukan dalam KBBI melainkan jomlo yang artinya gadis tua.


jomlo/jom·lo/n gadis tua
Seiring dengan perkembangannya kata jomlo mendapat sisipan hurup "b". Orang-orang lebih nyaman melafalkanya menjadi jomblo. Selain mendapat sisipan huruf baru, jom(b)lo mendapat perluasan makna. Tidak mengenal gender lagi. Jom(b)lo bisa diperuntukan bagi laki-laki maupun perempuan yang belum mempunyai pasangan tanpa harus tua terlebih dahulu.


"Boleh Peluk Bi Gak?"

Kado ulang tahun Pink ke tujuh belas memang tidak semanis kata sweet yang tersemat dalam sweet seventeen. Pink itu keponakanan saya yang tergabung dalam kelompok the bunch of the beuceuhs lapis pertama. Sengaja keponakan saya yang banyak itu, saya bagi dalam beberapa lapis. Jadi ada berapa lapis??? ratusan. Ya, kurang lebih segituh la yaaah.



Dulu, ketika saya merayakan sweet seventeen yang pertama

**tanya : Lho emang sweet seventeen seperti PON ya? Ada yang pertama, kedua, ketiga, kesekian?  
    jawab: JANGAN NANYA!!!

Sweet seventeen terpaksa saya rayakan bersama soal-soal ujian kelulusan. Memang saya yang ujian tapi justru Mamah yang galau tak berkesudahan sampai lupa kalau saat itu saya juga sweet seventeen. Takut kalau gak lulus saya jadi frustasi. Ceunah. Siapa yang ujian, siapa yang galau. Jadi geje. Padahal mah yah, masih banyak ujian hidup yang bisa bikin frustasi. Seperti melihat Adam Levine nikahi model Victoria Secret. Itu juga sudah cukup bikin frustasi.

Bobolah Pada Tempatnya.

Selama ini anjuran bobo tertib memang lebih banyak diperuntukan bagi balita dan anak-anak sekolah. "Ayo cepat bobo Dek, bobonya di kamar. Nanti digigit nyamuk kalau di luar." "Boboooo, besok kesiangan!" "Ayooo... semua bobo, Ibu sama Bapak mau ada kegiatan," (Nah, kalau ngomongnya yang begini ini, gak herankan kalau anak-anak Indonesia memilih turun ke jalan buat tawuran.)  Meski tak sepopuler "Buanglah Sampah pada tempatnya", bukan berarti anjuran ini tidak penting. Baiknya juga untuk tetap saling mengingatkan pada pasangan untuk bobo tertib agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membuat runyam keamanan negara. Gara-gara warganya sibuk menggalau disebabkan bobo sembarangan.
Pengalaman berikut ini adalah salah satu kisah pahit yang menimpa teman kami karena bobo sembarangan. Terdesak akan kebutuhan untuk menyelesaikan tugas kuliah, teman kami ini sudah terbiasa menggelandang untuk tidur disatu kost ke kost-an yang lain demi wifi. Maklum kamar kost yang …

Hukum Gravitasi dan teori Balas Dendam

Hidup adalah gravitasi. Itu menurut saya yang menggilai sains. Sejak berkenalan dengan gravitasi saya selalu mengkaitkan segala hal dengan gravitasi. Gaya Gravitasi. Alasan perempuan pakai Bra, selain untuk estetika sebetulnya tujuan utamanya untuk mengakali efek samping gaya gravitasi. Iya gak?
*gak iya.
*Ah, biarin saja ...

Awas Nanti digampar Emergency Door!! [Review Film Mission Impossible : Rogue Nation]

Menyaksikan Kang Ethan Hunt beraksi lagi untuk kesekian kalinya di malam minggu kemarin. Saking pesimisnya gak akan kebagian tiket saya pergi ke blitz sampai lupa sisiran. 

Di Mission Impossible: Rogue Nation ketampanan everlasting Tom Cruise, sempat pula mengalihkan saya dari jalan cerita film. Sampai si akang nanya ceritanya gimana? saya bilang lupa. Soalnya Tom Cruise mengalihkan dunia ku. Dan dunia malam minggu kami langsung buram.

Eits, gak usah dibahas la yaaa.. soal itu mah. Gak penting!

Secara garis besar cerita  Agen IMF: Rouge Nation itu standar (bagi seorang yang kesulitan menyimak jalan cerita akibat melihat ketampanan Kang Ethan Hunt). Sekarang untuk film-film Mata-mata trend-nya musuh dalam selimut. Lah, pan semua negara sudah bersatu padu memerangi ketidakadilan. World Piece.
Jadi  Akang Ethan dkk harus menghadapi Agen Syndicate yang ternyata diprogram sama dengan IMF. Awalnya tujuan pendirian Syndicate buat latihan para Agen. Eh, ternyata malah dipakai tujuan lain sa…

Definisi Selingkuh

Pertanyaan itu sedikit membuat saya terhenyak. Apa coba maksud Dinda menanyakan definisi selingkuh sama saya?Padahal kalau soal definisi-definisi begini akan mudah ditemukan jawabannya melalui perantara Mang Google. 
se·ling·kuha1 suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; 2 suka menggelapkan uang; korup; 3 suka menyeleweng;
ber·se·ling·kuhv bertindak atau berbuat selingkuh;
per·se·ling·kuh·anv hal berselingkuh;
me·nye·ling·kuh·kanv mengambil dng maksud tidak baik, msl untuk kepentingan diri sendiri; menggelapkan: ia - uang kas perusahaan untuk berjudi;
per·se·ling·kuh·ann perihal berselingkuh: tidak semua diskotik menjadi tempat - Tuh saya Copas dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Namun saya masih menerka-nerka maksud Dinda sampai menembus kemacetan kota Bandung demi bertanya definisi selingkuh. “Sebetulnya Gue lagi kesel Bi,” kata Dinda. “Bukan kesel sama saya kan??” kata saya dengan deg-deg-an. Eh, kenapa pula harus deg-…

Saya dan Pisang bukan Salah Paham

Buah kesayangan ini memang tidak saya publikasikan secara terang-benderangan soalnya sering kali membuat orang-orang salah paham. Banyak yang salah menafsirkan. Tapi sejak saya nulis ini orang-orang jadi hapal saya suka makan pisang. Dan tetap masih jadi olok-olokan untungnya bukan cibiran. Meski begitu tidak mengurangi saya untuk meninggalkan pisang. Saya suka pisang, apalagi kalau galau sedang melanda, baik galau yang disebabkan oleh cuaca, deadline pekerjaan maupun kakang prabu yang tak kunjung datang. Kalau galau begini coklat dan pisang sudah tentu jadi sasaran.

foto ilustrasinya  Kadang-kadang saya suka merasa pengin makan Minion juga
Gak ngerti juga mengapa para bidadari, yang makan pisang sering mengundang perhatian dan jadi materi buat komentari.  Dari mulai cara memegang pisang sampai melahapnya. Makanya saya suka sembunyi-sembunyi kalau makan pisang. Malah dulu sempat baca ada satu negara yang melarang kaum perempuan makan pisang sembarangan (di tempat umum) karena dianggap…

There Aint No Such Thing as a Free Lunch

Menyebutnya sebagai Bandar ayam memang bukan tanpa alasan. Beliau adalah salah seorang pengendali pasokan ayam di kota Bandung. Bisa jadi dia juga mampu mengendalikan harga ayam itu sendiri. Eh, kok, malah jadi su’udzon gini. Kata dia, menjadi bandar ayam itu karena terpaksa. Terpaksa karena di kampung orang tua dan adik-adiknya butuh biaya. Terpaksa, karena di kampung mah sedikit lahan pekerjaan. Tidak ada pabrik, tidak ada gedung perkantoran. Tidak ada apa-apa kecuali ada lahan dan ayam. Terus, terpaksa karena dia gak punya keahlian yang mengagumkan. Padahal dalam ijazahnya tertulis dia lulusan SMK. SMK teknik mesin, jatuhnya malah ngurus ayam. Saya tanya pada dia soal keahlian mengagumkan itu. “Itu lho yang seperti orang-orang sekarang. Ahli mengendalikan komputer. Bawa-bawa gadget kemana-mana. Pakai kemeja, dasi dan sepatu mengkilat.” Jawab dia setengah grogi. “Tapi mending jadi bandar ayam lah, daripada menjadi bandar narkoba,” puji saya. Eh, dia malah tersipu-sipu dengan pujian say…