Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Urban Farming & Gardening

Alocasia dan Monstera Sang Pelipur Lara

Berkat pandemi, banyak orang melirik hobi bercocok tanam. Kegiatan yang melibatkan tumbuhan ini diminati karena bisa melawan rasa jenuh selama di rumah saja. Memberikan ketenangan dan siapa sangka bisa menghasilkan cuan. Misalnya dengan menanam tanaman hias. Beberapa jenis tanaman hias yang digemari saat ini adalah jenis Alocasia danMonstera (janda bolong). Alocasia satu keluarga dengan Aglaonema, Caladium, dan Anthurium yang sudah populer duluan.  Jenis Alocasia yang populer saat ini adalah Alocasia cuprea atau dikenal sebagai keladi tengkorak. Warna daunnya seperti tembaga, dengan tulang-tulang daun yang tegas. Ada juga Alocasia watsonia, berwarna hijau pekat dengan tulang kehitaman.  Untuk jenis Aglaonema, Anglaonema widuri adalah salah satu primadonnya. Memiliki ragam motif seperti batik. Aglaonema widuri dikenal pula sebagai red peacock.Alocasia berbentuk seperti tanaman keladi (Caladium). Ciri khas tanaman ini adalah bentuk daunnya yang menyerupai bentuk hati. Licin, mengandung …

Menata hati dengan Bertani (Belajar bertani di perkotaan)

Ma’afkan jika judulnya agak syahdu-syahdu begitu. Sudah lama tidak menulis, jadi bikin judul saja sudah absurd. Sesungguhnya tulisan ini tidak mengandung tata cara mengelola patah hati. Apalagi me-manajem kalbu. Wow! Pisan bahasan soal hati dan kalbu mah. Gak akan mampu saya. Lebih baik diserahkan pada ahlinya.
Tapi benar kok, mungkin untuk sebagian orang, bertani itu untuk pelepas penat. Sebab penat bisa berasal dari perasaan dan pikiran. Untuk saya, alasan bertani bisa dilihat pada postingan ini . Saya bertani dengan berbagai cara. Manual, konvesional, matic kalau ada mah. Saya jabanin juga deh.

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius. Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main. Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amatdan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini. Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.