Langsung ke konten utama

Menjadi Balada Si Roy

Sampai tidak ada sinyal.

Sampai tidak ada sinyal adalah tujuan lokasi kami berlibur. Menghilangkan penat, untuk me-recharge semangat. Jika  masih ada sinyal, rasanya kurang seru. Masih ngota. Saya tidak ingat, sejak kapan saya jadi senang menjelajah tempat-tempat eksotis. Meskipun ada kalanya saya merasa ‘tigebrus’ jadi suka ngapruk ka leuweung, gunung, pantai, sungai, dan kota-kota kecil dengan bangunan-bangunan yang mengandung kisah-kisah amazing

Saya tipe orang rumahan. Tetapi takdir menyeret saya untuk menjelajah. Ya! Semua bermula dari pertemanan. Well, sebagai orang rumahan saya tidak menyesali gara-gara pertemanan, saya ditarik keluar dari sanctuary. Actually saya bersyukur karena telah ‘tigebrus’ yang menyenangkan. 

Efek samping dari penjelajahan itu tidak hanya untuk re-charge semangat saja atau menghilangkan penat atau menikmati keindahan alam. it's beyond that. Efek samping utama menjelajah adalah membuka cakrawala. Wawasan pemahaman terhadap kehidupan.


Beberapa teman berpetualang karena terinspirasi oleh buah karya Gol A Gong. Balada si Roy. Novel yang bermula dari serial bersambung di majalah Hai. Balada Si Roy mengisahkan tentang remaja berusia tujuh belas tahun yang suka menjelajah. Meski buku ini lahir pada tahun 80-an semangat dan pesan yang dibawanya tak lekang oleh zaman. Buku lintas generasi, masih banyak yang mencari. 

Terbukti hingga saat ini ada komunitas solid penggemar Balada si Roy yang menamakan diri Komunitas Sahabat Balada si Roy. 

Daniel Mahendra selaku inisiator Komunitas Sahabat Balada Si Roy mengungkapkan, “bila harus dibandingkan dengan novel-novel barengannya pada masa itu, cerita Balada Si Roy ini memang lebih realistis, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan remaja biasa seperti saya dan teman-teman saya.”

Balada si Roy memang beda karena tidak sekadar menjual kekocakan dan kekonyolan semata. melainkan menginspirasi yang membaca untuk optimis ditengah kerasnya kehidupan. Saya sendiri yang membaca novel tersebut, merasa sebuah novel yang laki banget.



Balada Si Roy membawa kita untuk menjelajah. Petualangan yang ditawarkan penulis Gol A Gong, bukan hanya tentang menaklukkan alam. Melainkan sebuah pelajaran mengenai kehidupan. Penjelajahan yang akan memberikan wawawan baru dan perspektif dari sudut lain tentang kehidupan. karena menurut saya satu-satunya hal yang harus ditaklukan adalah ego sendiri. 

Well, tak sedikit teman saya yang berpetualang merasa menjadi bagian dari cerita Balada Si Roy, at least bagian dari petualangan yang diprakarsai oleh Balada si Roy.



Beruntungnya Balada Si Roy akan dibuat film. Saya rasa tidak hanya anggota komunitas yang menunggu kehadiran Balada si Roy dengan format berbeda. Kita semua haus akan tontonan yang baik dan memberikan inspirasi. 

Pada konperensi pers virtual yang diselenggarakan pada bulan Desember 2020 lalu, Balada Si Roy akan menjadi film perdana IDN Pictures. Dan akan dirilis pada tahun 2021. 


Permulaan syuting di mulai pada Januari dengan mengambil lokasi di seputaran Banten, seperti Rangkasbitung dan Serang. Banyak bintang muda yang berperan di sana Pemain yang akan berperan diantaranya:

1.  Abidzar Al Ghifari sebagai Roy

2.   Feby Rastanty sebagai Ani

3.  Bio One sebagai Dullah.

4. Zulfa Maharani sebagai Wiwik.

5. Sitha Marino sebagai Dewi.

6. Jourdy Pranata sebagai Andi.

Serta  masih banyak yang lainnya.

Fajar Nugros selaku Head of IDN Pictures akan menyutradai film ini. Bertindak sebagai produser adalah Susanti Dewi Head of IDN Pictures. 


Semoga proses film ini lancar dan semua bisa segera menikmati petualangan Si Roy. Memberikan inspirasi agar kita tidak mudah mengeluh karena kehidupan saat ini tergerus oleh pandemi


Aamiin


terjemahan bebas

- tigebrus (basa Sunda) = terjerumus

- ngapruk ka leuweung (basa Sunda) = menjelajah ke hutan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berbagi Kelembutan Bolu Susu Lembang, Oleh-Oleh Bandung Pisan

Dalam tubuh saya mengalir tiga perempat darah Ciamis. Mamah pituin Ciamis. Lahir di Ciamis, semenjak ABG hingga sekarang Mamah menetap di Bandung. Mengikuti suaminya. Iya, suaminya teh , bapak saya.  “ Suami Mamah saya adalah Bapak Saya ” . Seperti judul sinetron nya ? Bapak sendiri berasal dari Banjaran. Tetapi setelah ditelusuri silsilanya eh, masih ada keturunan Ciamis. Jadi lah saya ini berdarah campuran. Walapun hanya seperempat dan tiga perempat . B angga pisan berdarah indo. Kudu bangga atuh, da saya termasuk produk indo memenuhi standar kearifan lokal.

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius . Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main.   Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amat   dan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini . Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan . Coba- nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual . Akan menguntungkan meureun . Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.