Langsung ke konten utama

Apa Perlu Mempelajari Masa Lalu?

Tahun 2019 saya mulai 'teracuni' drama Korea. Drama Korea pertama dan satu-satunya yang saya tonton pada tahun 2019 adalah 100 Days My Prince, yang dibintangi oleh personil EXO. D.O. Saya tidak tahu kepanjangan apa D.O itu.  

Oh ya, Han So Hee juga main di sana. Jadi putri mahkota yang terlibat affair dengan pengawal perdana Menteri.  Untungnya pengawal Perdana Menteri itu masih single, beda dengan di The World of The Married. Han So Hee terlibat affair dengan laki-laki yang sudah berkeluarga. Peran Han So Hee di The World of The Married sempat membuat sewot warga +62 yang berujung pada penyerangan akun media sosialnya. 

Tidak ada yang istimewa sebetulnya dari drama 100 Days My Prince, bahkan ada beberapa adegan yang mengadopsi sinetron Indonesia. Misalnya adegan berpapasan dengan sedikit efek slow motion. Penonton dibuat menahan nafas. Menahan nafas gara-gara jengkel sebetulnya. Atau adegan dimana terjadi percakapan, sedangkan objek yang dibicarakan tidak berada jauh dari mereka. Padahal kalau dilihat secara hukum fisika, dengan jarak pandang seperti itu masa sih, tidak terlihat. Tapi entah pada scene tersebut seolah objek menjadi invisible

Namun, dengan segala kekurangan pada drama Korea. Di tahun 2020, hingga bulan Agustus kemarin saya sudah menonton dua drama Korea. The World of The Married (2020) dan Splash-Splash Love (2015).  Entahlah apakah ini bisa dikategorikan sebagai sebuah prestasi atau bukan?

Yang Lalu Biarlah Berlalu

kampung kuta

100 Days My Prince bercerita mengenai putra mahkota yang mengalami amnesia kemudian tertulah oleh titahnya sendiri. Sebelum amnesia, beliau memerintahkan kepada laki-laki dan perempuan lajang (cukup umur) di wilayah kerajaanya harus menikah. Jika tidak, akan dihukum cambuk sebanyak 100 kali. 

Peraturan ini terbit dikarenakan hujan tak kunjung turun. Wilayah kerajaan mengalami kemarau parah. Jika dibiarkan rakyat bisa kelaparan karena gagal panen. Menikahkan para lajang adalah perbuatan solutip (pada masa itu) agar hujan turun dan tanah menjadi subur. Para penasehat kerajaan berhasil memberi masukan sampai putra mahkota berpikir kalau jomlo memang suka cari perkara.

Amnesia yang dialami oleh putra mahkota adalah akibat konspirasi yang dibangun perdana menteri. Perdana menteri ngebet banget merebut tahta kerajaan. Beruntung Putra mahkota yang seharusnya gugur dalam pertempuran hanya mengalami amnesia dan luka ringan. 

Pertempuran tersebut sebetulnya hanya rekayasa perdana menteri semata. Untungnya putra mahkota berhasil diselamatkan oleh seorang petani. Kemudian terdampar di satu desa dan terdaftar sebagai salah satu peserta nikah masal itu sendiri.

Putra mahkota yang menjadi jelata terbiasa menulis jurnal. Maka ketika pihak kerajaan menemukan bahwa putra mahkota masih hidup, mereka segera membawanya kembali ke istana. 

Dibantu seorang staf kepercayaan, Putra mahkota berusaha keras menemukan jurnal untuk memulihkan ingatan. Kehilangan jati diri ditambah kehilangan ingatan. Adalah komplikasi yang dapat mengakibatkan luka jiwa yang serius. Hidup jadi tak berdaya.

Jika saja tidak menulis jurnal, ingatan putra mahkota tidak akan pulih dengan cepat. Kerajaan tidak dapat diselamatkan. Akan banyak rakyat yang gugur sia-sia karena upaya adu domba perdana menteri. 

Berkat tulisan pada jurnal tersebut Putra mahkota dapat menguak rencana kejahatan Perdana Menteri serta menelusuri sejarah masa lalu yang terjadi pada kerajaannya. Berikut alasan perdana menteri mengincar tahta kerajaan. Keberadaan dirinya tidak terlepas berkat apa yang terjadi pada masa lalu.

Sebagai pelaku otak kiri, saya termasuk murid yang mengalami masa menyepelekan pelajaran sejarah. Prinsipnya yang lalu biarlah berlalu. Move on gaiss

Saya masih ingat guru pelajaran sejarah semasa di Analis Kimia. Namanya Pak Jumadin Asmara. Semoga Allah melimpahkan kesehatan dan rahmat kepada Pak Jumadin beserta keluarga. 

Beliau adalah seseorang dengan paket komplit. Pengertian, pengalah dan penyabar. Mengalah pelajarannya tidak begitu mendapat respon yang baik dari anak didiknya. Sabar ketika anak didiknya menjawab soal se-enak udel.  Pengertian, beliau tidak banyak protes karena anak didiknya tidak konsentrasi ketika berada di kelasnya lebih fokus pada reaksi kimia dan turunannya.

Waktu itu saya menangkap pelajaran sejarah hanya sekadar menghapal tanggal dan isi perjanjian (prasasti). Saya tidak memahami maksud peristiwa yang dibalik catatan sejarah itu. Untuk apa prasasti itu dibuat? Atas dasar apa yang melatarinya? Saya hanya terpaku pada angka-angka. Tanggal, bulan dan tahun. Saya pun terlalu mengkotak-kotakankan. Bahwa pelajaran sejarah tidak begitu penting. Yang penting itu Kimia, fisika dan matematika. Titik.

Sungguh pemikiran saya itu salah. Salah besar. Saya menjadi durhaka karena tidak mau menghargai jasa-jasa mereka. Karena sesungguhnya sejarah itu adalah bagian disetiap nafas kehidupan. Peristiwa yang terjadi di masa lampau adalah sejarah. 

Awal mempelajari kimia, kami diperkenalkan dengan Thomson, Dalton, Bohr,  Rutherford, Nicolas Tesla, Issac Newton, Madame Currie, Einstein dan lainnya. Meskipun mereka sudah tidak ada saat ini, namun pemikiran dan penemuannya langgeng hingga sekarang. Dijadikan dasar untuk penemuan berikutnya. Penemuan mereka telah membuat perubahan pada peradaban.

Pun ketika kami dihadapkan pada penulisan makalah dan tugas akhir. Bab pertama adalah latar belakang. Teori yang melandasi mengapa kami mengupas masalah ini. Hal ini berarti kami harus membuka arsip masa lalu. Data-data yang pernah ada. 

Tanpa disadari kami sedang belajar sejarah. Mengapa pada saat itu kami menyepelekan sejarah, padahal setiap hari kami berkutat dengan sejarah itu sendiri? Rupanya pemahaman mengenai sejarah selama ini salah. Kami berpikir sejarah hanyalah seputar kerajaan dan penjajahan.  

Sejarah adalah ilmu pasti

Pemain otak kiri adalah manusia-manusia cenderung menyukai ilmu pasti. Secara teori begitu. Padahal dalam ilmu pasti itu sendiri, tidak ada yang pasti. Ilmu pasti terus berkembang. 

Sering kali terjadi pula bantahan atas teori sebelumnya. Jika dahulu telepon dan kamera adalah dua alat yang terpisah. Sekarang mereka adalah satu kesatuan. Jika dahulu meyakini bahwa bumi adalah pusat tata surya, kemudian dibantah. Bahwa matahari adalah pusat tata surya. Jika dulu Pluto adalah planet ke-sembilan, di tahun 2006, Pluto dinyatakan bukan planet lagi. Karena tidak sesuai dengan definisi planet. 

Sedangkan sejarah. Sejarah itu adalah hal yang pasti. Pasti terjadi. Kalau tidak terjadi berarti hoax

Bangun Harja


Komentar

  1. Suka banget dengan tulisan Yeni, dalam ilmu pasti tidak ada yang pasti
    Sejarahlah yang pasti
    Kerennn

    BalasHapus

Posting Komentar

Feel Free untuk menaruh komentar. Pasti akan dikunjungi balik.
Oh ya, link hidup sebaiknya jangan yaaa... nanti saya matiiin lhooo.

Postingan populer dari blog ini

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan. Coba-nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual. Akan menguntungkan meureun. Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.

Berbagi Kelembutan Bolu Susu Lembang, Oleh-Oleh Bandung Pisan

Dalam tubuh saya mengalir tiga perempat darah Ciamis. Mamah pituin Ciamis. Lahir di Ciamis, semenjak ABG hingga sekarang Mamah menetap di Bandung. Mengikuti suaminya. Iya, suaminya teh, bapak saya. 
“Suami Mamah saya adalah Bapak Saya. Seperti judul sinetron nya? Bapak sendiri berasal dari Banjaran. Tetapi setelah ditelusuri silsilanya eh, masih ada keturunan Ciamis. Jadi lah saya ini berdarah campuran. Walapun hanya seperempat dan tiga perempat.Banggapisanberdarah indo. Kudu bangga atuh, da saya termasuk produk indo memenuhi standar kearifan lokal.

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius. Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main. Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amatdan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini. Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.