Langsung ke konten utama

The World Of The Married di Dunia Nyata

Dampak PSBB menyeret saya pada (sinetron), eh maaf. Drama Korea The World Of The Married (TWOTM). Sebab utama adalah timeline media sosial dijejali dengan curhatan yang menggebu-gebu. Akun Instagram pemeran pelakor jadi sasaran luapan kemarahan warga +62. Kelakuan Yeo Da Kyung sungguh melelahkan jiwa. Ya Tuhan, padahal bulan puasa saat itu. Setan-setan sedang dibelenggu.  Bagaimana kalau drama tersebut diputar pada saat bulan kemenangan? takutnya tak hanya media sosial Han So Hee yang diteror. Duh, wahai para penikmat drama. Ini sungguh menakutkan.

Menonton TWOTM dibutuhkan kesiapan mental paripurna apalagi jika orang terdekat kita pernah mengalami. Saya ingin berbagi pengalaman mengenai kisah TWOTM di dunia nyata. Ketika kerabat dan beberapa teman saya pernah ada dalam posisi dokter Ji Sun Woo, pun teman yang memposisi diri sebagai Yeo Da Kyung. 

Seseorang perempuan dengan tegar menceritakan perselingkuhan suaminya. Perselingkuhan babak ke-2, kalau boleh saya bilang. Saat itu dia memergoki suaminya tengah berbuka puasa dengan ‘miss N’. Miss N, pelakor tersebut. Perselingkuhan suaminya terkuak tepat di bulan puasa. Sudah guratan dari yang maha kuasa di bulan pernuh berkah. Tuhan mempertemukan mereka di restoran makanan Sunda untuk berbuka puasa.
Mereka saling berpandangan, saking kagetnya sang pelakor langsung meninggalkan meja. Disusul oleh suaminya. Padahal belum sempat mereka membatalkan puasa. Adzan magrib baru saja berkumandang. Sungguh seorang perempuan yang kuat. Pada saat kejadian yang terpikir olehnya bagaimana jika kedua anaknya melihat? Bapak mereka sedang berbuka puasa dengan perempuan asing. Padahal pada kedua buah hatinya dia mengatakan sedang bekerja di luar kota. Saya yakin si suami tak akan berpikir seperti itu. Memikirkan anak-anaknya. Sedangkan sang istri berusaha keras melindungi suaminya yang sedang melakukan kejahatan kemanusiaan. Mirip adegan dr. Ji melindungi Lee Tae Oh di kantor polisi. Saya tidak tahu ada di eposide berapa adegan tersebut.

Kelakuan Yeo Da Kyung mungkin belum seberapa, tapi sungguh membuat kesal luar biasa. Tanpa sadar kita mengutuk kelakuan Da Kyung. Begitu pun cerita perselingkuhan babak ke-2 yang umurnya sudah hampir satu tahun, setiap ingat masih membuat geram. Dan pastinya saya tidak akan mungkin setegar dan setangguh itu menghadapinya. 



Menasehati orang yang sedang jatuh cinta adalah sia-sia.


Jika ada di lingkungan kita, ada dua orang yang telah berpasangan. Atau salah satu dari mereka telah berpasangan. Terlibat saling suka, kemudian saling jatuh cinta. Menampakan kisah-kasih baik terang-terangan atau sembunyi-sembunyian, maka akan sia-sia untuk berusaha mengingatkan (apalagi menasehatinya). Berdasarkan pengalaman saya (ingat! Ini hanya dari sudut pandang pengalaman saya) ‘para Lee Tae Oh’ dan ‘para Yeo Da Kyung’ tidak akan mempan dengan nasehat-nasehat atau pengingat-pengingat yang dikirimkan oleh rekan, sodara dan para penggunjing sekalipun. Bukan mereka tidak menyadari sudah mempunyai pasangan, keluarga dan sebagainya. Karena sesungguhnya mereka menyadari dalam kehidupannya sudah tidak sendiri. Sudah punya pasangan bahkan anak. Tapi semua terbutakan. Jadi simpan energi untuk sesuatu yang lebih berguna. Semua akan menuai karma pada akhirnya. Karena karma tak pernah salah alamat.




Keduanya adalah korban
Menang jadi arang, kalah jadi abu. Pada bagian ini, baik orang ketiga dan pasangan sah-nya adalah korban. Bukan sebuah kompetisi yang akan melahirkan pemenang. Tidak! Tidak sama sekali. Keduanya adalah korban. Korban dari kebohongan. Jangan merasa si pelakor (pebinor) berhasil merebut suami (istri), lalu merasa jadi pemenang. Dan pasangan sah pun jika harus merelakan pergi bukan berati dia kalah. Boleh jadi itu lebih baik. Terlepas dari kebohongan. Terlepas dari pasangan yang tidak tahan godaan. Sakit. itu sudah pasti. Semua pihak akan merasakan.

Berikan dukungan sesama perempuan
      Dengarkan keluh-kesahnya, jangan menambah beban.  Rasanya tidak elok, ketika ada teman kita yang tengah dirundung malang akibat perselingkuhan, menasehatinya membawa-bawa ayat. Dengan alasan karena istri yang mau dipoligami balasannya adalah surga. Ketika teman yang malang tidak menerima nasehatnya, dipandang sebagai perempuan anti Al-Quran. Lalu membanding-bandingkan dengan kasus yang tak relevan.

Tuh, Ibu taeun, suaminya poligami. Enak dikasih mobil, rumah. Semua keinginannya dipenuhi. Dibahagiakan. Benarkah?!!
Tuh, Ibu anu, suaminya poligami jadi sekarang bebas. Suaminya ada yang ngurusin, nyiapin makan, beresin rumah. Dia bebas untuk berbisnis. Kumpul-kumpul dengan teman. Mengikuti pengajian. Apakah seperti itu konsep pernikahan yang diajarkan rasul?

Mending ditinggalkan saja, orang-orang seperti itu. Apalagi ujung-ujungnya menyatakan, “saya tidak anti poligami, karena sudah ada dalam Al-Quran, asal jangan suami saya weh…
Ah, Asem banget kan? Percayalah perempuan-perempuan seperti itu hanya menjadi toxic bagi sesamanya.  
Please CIIMW, dalam Al-Quran ayat yang menyinggung poligami hanya ada di surat An-Nissa ayat 3 dan 129. Sebagian menggunakan untuk melegalkan praktik poligami. Ada pula yang memahaminya bahwa poligami adalah perkara sulit yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia biasa. Masing-masing mempunyai persepsi.  

Perselingkuhan. Dikarenakan satu jiwa yang rusak, semua orang kena getahnya. Termasuk anak-anak. Jika sudah mempunyai anak, apakah anak harus diberitahu perselingkuhan orangtuanya?
Jawaban saya: YES!
Apalagi anak menjelang remaja. Mereka lebih baik tahu. Daripada tahu dari orang lain dan dijadikan bahan bully-an. Membuat anak tersesat atau melampiaskan pada hal-hal yang negatif. Anak sering kali dijadikan alasan untuk penyelesaian. Banyak pasangan yang memilih rujuk demi anak. Dengan kondisi ‘hubungan’ tidak seperti semula. Bahkan ada yang lebih tersiksa. Pasangannya tidak berubah. Berharap tidak melakukan KDRT tapi malah menjadi-jadi. Berharap tidak selingkuh, tetapi menjadi dingin. Tetapi jika keduanya berusaha keras memperbaiki, selalu ada jalan untuk berhasil.  
Ada pula demi anak memilih untuk berpisah. Seperti dr. Ji Sun Woo. Karena merasa lebih kondusif untuk anak.  Anak lebih bahagia. Tidak terperangkap dalam suasana tak harmonis orang tua. Terlepas dari itu semua, tentunya semua orang berhak memilih dan mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.


Komentar

  1. I wouldn't hide secrets from my children. Kalo misal udah punya suami, terus suaminya selingkuh ya I will chose to let my children know that their father is a cheater bukan berarti mengarahkan mereka untuk membenci. Kalo hasil dari apa yang mereka tau adalah perasaan benci, ya itu hak mereka. Suka-suka mereka lah. I don't see the reasons why I should keep it as a secret. Soon or later they will know the truth, so what's the point of hiding the truth...

    Sure, itu bisa berimbas ke sisi psikologis anak. Well, life isn't always about happiness and the good things. I will make sure my children know that life is also about being strong through whatever happens. Life is also about struggle. It's not nice to play anybody's heart and feelings like that. It's not how a gentleman treats a lady. It's an act of a childish selfish coward loser. A good man is someone who can be trusted because he keeps their word and promises. That's how I chose to teach my kids to grow up and make good decisions so they will grow up as a better man, not as a selfish loser like their father.

    I grew up seeing betrayal in my family. If that happens to me in the future, I will do what my mother did. She made sure I don't count on anyone else but myself.

    BalasHapus
    Balasan
    1. There's no doubt with your opinion.
      Saya sangat setuju.
      Memberi tahu anak-anak tentang Bapaknya yang selingkuh, bukan untuk membenci bapaknya. Tapi lebih pada konsekuensi atas sebuah perbuatan.
      Thanks for stopping by and gave thought about my post

      Hapus

Posting Komentar

Feel Free untuk menaruh komentar. Pasti akan dikunjungi balik.
Oh ya, link hidup sebaiknya jangan yaaa... nanti saya matiiin lhooo.

Silahkan mampir

Perempuan belum menikah dilarang sakit Asam Lambung

Siang itu, saya datang ke pantry tetangga sambil meringis menahan sakit. Sejak Senin lalu, dokter memvonis saya dengan asam lambung berlebih. Dada rasanya terbakar, setiap menarik nafas. Sesak. Saya benar-benar kaget mengetahuinya. Komponen utama asam lambung yaitu asam chloride. Salah satu anggota golongan asam kuat. Perpaduan dengan senyawa ‘X’ akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Satu larutan yang mampu merontokkan logam. Moal dibeja-an senyawa X itu apa, bisi diturutan. Coba-nya kalau bisa dikeluarkan si asam lambung dari perut saya. Lalu dijual. Akan menguntungkan meureun. Karena asam chloride ini banyak yang membutuhkan.

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius. Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main. Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amatdan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini. Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.

Berbagi Kelembutan Bolu Susu Lembang, Oleh-Oleh Bandung Pisan

Dalam tubuh saya mengalir tiga perempat darah Ciamis. Mamah pituin Ciamis. Lahir di Ciamis, semenjak ABG hingga sekarang Mamah menetap di Bandung. Mengikuti suaminya. Iya, suaminya teh, bapak saya. 
“Suami Mamah saya adalah Bapak Saya. Seperti judul sinetron nya? Bapak sendiri berasal dari Banjaran. Tetapi setelah ditelusuri silsilanya eh, masih ada keturunan Ciamis. Jadi lah saya ini berdarah campuran. Walapun hanya seperempat dan tiga perempat.Banggapisanberdarah indo. Kudu bangga atuh, da saya termasuk produk indo memenuhi standar kearifan lokal.