Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

It's only Gravity matter

“Universe, your harmony is my harmony, nothng in your time is too early or too late for me” – Filosofi Teras
Kalimat di atas saya ambil dari buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Petikan wawancara Om Piring dengan founder nulis buku. Saya adalah pengagum diam-diam Om Piring. Saya sering stalking twitternya. Ketawa-ketawa sendiri ketika membaca blognya.

Hidup ini adalah gravitasi. Itu menurut saya sebagai pengagum ilmu pasti. Padahal hakekatnya ilmu pasti adalah ilmu yang tidak pasti. Ilmu pasti itu berkembang. Dulu atom berbentuk roti kismis. Atom adalah satuan terkecil. Kemudian ditemukan bahwa dalam atom ada inti atom. Ada neutron, proton dan elektron. Tak berhenti di sana setelah ketemu inti atom, ketahuan ada kuantum, ada phi dan kawan-kawan. Lalu ada materi dan anti materi. Kayak gitu lah contohnya. Jadi apa yang pasti dari ilmu pasti? Gak ada yaaaa… CIIMIW

ASUS Zenfone Max (M2), Partner Bermain Game yang Mumpuni

Tahun ini si merah akan memasuki usia lima tahun. Usia lima tahun untuk ukuran smartphone itu amat sangat luar biasa. Di mana, teman-teman sebayanya sudah banyak yang purna tugas. Tapi tidak bagi si Merah. Dia masih nagen. Bertahan memenuhi permintaan tuannya yang punya banyak tuntutan. Membantu menyelesaikan tugas kuliah. Melancarkan urusan kerjaan di kantor. Curhat via media sosial, hiburan ketika ditinggal pacar (uhuuk!) dan jasa-jasa lainnya yang bakalan panjang kalau disebutkan satu persatu mah.

Berbagi Kelembutan Bolu Susu Lembang, Oleh-Oleh Bandung Pisan

Dalam tubuh saya mengalir tiga perempat darah Ciamis. Mamah pituin Ciamis. Lahir di Ciamis, semenjak ABG hingga sekarang Mamah menetap di Bandung. Mengikuti suaminya. Iya, suaminya teh, bapak saya. 
“Suami Mamah saya adalah Bapak Saya. Seperti judul sinetron nya? Bapak sendiri berasal dari Banjaran. Tetapi setelah ditelusuri silsilanya eh, masih ada keturunan Ciamis. Jadi lah saya ini berdarah campuran. Walapun hanya seperempat dan tiga perempat.Banggapisanberdarah indo. Kudu bangga atuh, da saya termasuk produk indo memenuhi standar kearifan lokal.

Tantangan Berkebun Di Perkotaan

Tahun 2019, saya memutuskan untuk berkebun dengan serius. Perlu saya garis bawahi kata serius ini. Serius. Gak main-main. Saya ingin membuat satu sistem berkebun yang berkesinambungan. Selaras dengan alam serta mendukung misi pemerintah. Menciptakan ketahanan pangan. Membentuk masyarakat yang berdaya guna tingkat dewa. Halaaaaah, panjang amatdan agak-agak halu. Any way sebab mengapa saya berkebun bisa melipir ke sini. Setidaknya ada dua tantangan yang harus dihadapi ketika memulai berkebun di perkotaan. Tantangan yang bersifat minor dan mayor. Apa saja tantangannya itu? Hayuuuk kita preteli.

Berbagai Kejutan BloggerDay di Trans Studio Bandung & Crowe Plaza Bandung

Apa sih yang lebih mengejutkan dari DA/PA terjun bebas??? Hmmmm, setelah mendapat wejangan dari Bunda Intan. Plus pencerahan dari Mbak Wawa Raji. Penjelasan Mbak Wawa saya bintangin. Di-SS, juga biar gak lupa. Pikiran saya yang kelabu kembali bengras. Drama DA/PA bukan lagi hal yang membuat ngarenjag sampai kepala tuing-tuing. Setidaknya masih ngarenjagkeneh dapat email konfirmasi untuk mengikuti bloggerday dalam rangka ulang tahun BCC ke-4. Tapi ini mah, kaget-kaget bahagia gitu. Sebagai blogger pemalu dan pemula, tidak kaget kumaha atuh? Yang mendaftar hampir tiga kali lipat. Yang bisa ikut hanya 100. Saya sungguh sangat beruntung bisa terpilih dan bertemu dengan para blogger famous dari seluruh Nusantara.