Langsung ke konten utama

Postingan

Alocasia dan Monstera Sang Pelipur Lara

Berkat pandemi, banyak orang melirik hobi bercocok tanam. Kegiatan yang melibatkan tumbuhan ini diminati karena bisa melawan rasa jenuh selama di rumah saja. Memberikan ketenangan dan siapa sangka bisa menghasilkan cuan. Misalnya dengan menanam tanaman hias. Beberapa jenis tanaman hias yang digemari saat ini adalah jenis Alocasia danMonstera (janda bolong). Alocasia satu keluarga dengan Aglaonema, Caladium, dan Anthurium yang sudah populer duluan.  Jenis Alocasia yang populer saat ini adalah Alocasia cuprea atau dikenal sebagai keladi tengkorak. Warna daunnya seperti tembaga, dengan tulang-tulang daun yang tegas. Ada juga Alocasia watsonia, berwarna hijau pekat dengan tulang kehitaman.  Untuk jenis Aglaonema, Anglaonema widuri adalah salah satu primadonnya. Memiliki ragam motif seperti batik. Aglaonema widuri dikenal pula sebagai red peacock.Alocasia berbentuk seperti tanaman keladi (Caladium). Ciri khas tanaman ini adalah bentuk daunnya yang menyerupai bentuk hati. Licin, mengandung …

Apa Perlu Mempelajari Masa Lalu?

Tahun 2019 saya mulai 'teracuni' drama Korea. Drama Korea pertama dan satu-satunya yang saya tonton pada tahun 2019 adalah 100 Days My Prince, yang dibintangi oleh personil EXO. D.O. Saya tidak tahu kepanjangan apa D.O itu.  Oh ya, Han So Hee juga main di sana. Jadi putri mahkota yang terlibat affair dengan pengawal perdana Menteri.  Untungnya pengawal Perdana Menteri itu masih single, beda dengan di The World of The Married. Han So Hee terlibat affair dengan laki-laki yang sudah berkeluarga. Peran Han So Hee di The World of The Married sempat membuat sewot warga +62 yang berujung pada penyerangan akun media sosialnya. Tidak ada yang istimewa sebetulnya dari drama 100 Days My Prince, bahkan ada beberapa adegan yang mengadopsi sinetron Indonesia. Misalnya adegan berpapasan dengan sedikit efek slow motion. Penonton dibuat menahan nafas. Menahan nafas gara-gara jengkel sebetulnya. Atau adegan dimana terjadi percakapan, sedangkan objek yang dibicarakan tidak berada jauh dari merek…

Peran Penting Membuat Outline

Dalam membuat tulisan seringkali ide-ide berhamburan dalam kepala. Ide-ide tiba-tiba muncul dan mendistraksi tema tulisan yang sedang dibuat. Namun ada kalanya ide sama sekali tidak muncul. Ide yang tak kunjung datang membuat bingung apa yang akan ditulis. Dua kejadian tadi, kebanyakan ide maupun nihil ide merupakan gangguan yang sering dialami oleh semua orang. Awal terjun menjadi nara blog, saya adalah nara blog yang menulis langsung begitu tercetus ide dalam pikiran. Menulis blog adalah cara saya merespon atas sebuah kejadian. Menuliskan pendapat, karena saya kurang bisa mengungkapkan secara lisan. Jadi ketika ada yang mengganggu pikiran, menuangkannya dalam tulisan. Blog bagi saya adalah perpanjangan dari buku diary.Menulis secara spontan adalah tindakan menulis dengan kondisi sedang ‘mood’. Jika hilang ‘mood’ maka satu tulisan pun tidak akan bisa diselesaikan. ‘Mood’ datangnya tidak bisa diprediksi. Hal ini akan menyulitkan jika diminta untuk menulis tulisan dengan tema tertentu.

Menerawang Dunia

Even the smallest person can change the course of history - Lady GaladrielAda hal menarik dari banjir informasi di era pandemi. Pro dan kontra. Hal lumrah yang ditemui di lini masa media sosial sehari-hari. Perang opini. Taruh-lah, soal awal tahun ajaran kemarin. Beberapa ibu-ibu ada yang ribut duluan, ketika pemerintah mengumumkan bahwa tahun ajaran baru 2020/2021 mulai 13 Juli 2020. Tak sedikit ada yang mengira bahwa tahun ajaran baru, berarti anak-anak masuk sekolah seperti biasa. Harus datang ke sekolah. Para orangtua khawatir dan menyatakan bahwa pemerintah gegabah dengan membuka lagi sekolah ditengah pandemi. Ternyata dan ternyata pembelajaran masih tetap daring, Dari kejadian itu kami jadi mengerti apa yang dimaksud dengan tahun ajaran baru. Namun ada juga para orangtua yang meminta agar sekolah dibuka. Benar-benar dibuka. Karena sudah tak sanggup menemani belajar anaknya sendiri. Semakin seru melihat perang opini ini.Sebetulnya tidak ada yang salah dengan opini-opini ini, mere…

The World Of The Married di Dunia Nyata

Dampak PSBB menyeret saya pada (sinetron), eh maaf. Drama Korea The World Of The Married (TWOTM). Sebab utama adalah timeline media sosial dijejali dengan curhatan yang menggebu-gebu. Akun Instagram pemeran pelakor jadi sasaran luapan kemarahan warga +62. Kelakuan Yeo Da Kyung sungguh melelahkan jiwa. Ya Tuhan, padahal bulan puasa saat itu. Setan-setan sedang dibelenggu.  Bagaimana kalau drama tersebut diputar pada saat bulan kemenangan? takutnya tak hanya media sosial Han So Hee yang diteror. Duh, wahai para penikmat drama. Ini sungguh menakutkan.

Menata hati dengan Bertani (Belajar bertani di perkotaan)

Ma’afkan jika judulnya agak syahdu-syahdu begitu. Sudah lama tidak menulis, jadi bikin judul saja sudah absurd. Sesungguhnya tulisan ini tidak mengandung tata cara mengelola patah hati. Apalagi me-manajem kalbu. Wow! Pisan bahasan soal hati dan kalbu mah. Gak akan mampu saya. Lebih baik diserahkan pada ahlinya.
Tapi benar kok, mungkin untuk sebagian orang, bertani itu untuk pelepas penat. Sebab penat bisa berasal dari perasaan dan pikiran. Untuk saya, alasan bertani bisa dilihat pada postingan ini . Saya bertani dengan berbagai cara. Manual, konvesional, matic kalau ada mah. Saya jabanin juga deh.

Siliwangi Bolu Kukus Oleh-Oleh Bumi Pasundan

Bermunculan kerajaan-kerajaan baru, beberapa pekan lalu. Mengingatkan saya pada sebuah diskusi belasan tahun silam bersama Amadeus Dedi, putra Cigugur Kuningan yang terdampar dengan betah di Bandung. Kala itu kami berdiskusi mengenai Uga Siliwangi. Ada juga yang menyebutnya Wangsit Siliwangi.